Vaksin Sputnik V Rusia Dicurigai Berpotensi Tingkatkan Resiko  HIV

Nusantaratv.com - 18/10/2021 23:02

Ilustrasi vaksin covid-19 Sputnik V buatan Rusia
Ilustrasi vaksin covid-19 Sputnik V buatan Rusia

Penulis: Ramses Manurung

Jakarta, Nusantaratv.com-Pemerintah Afrika Selatan (Afsel) tidak akan menyetujui penggunaan vaksin covid-19 buatan Rusia, Sputnik V. Penolakan dilakukan lantaran khawatir penggunaan vaksin tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi HIV pada pria.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan penelitian sebelumnya yang menguji keamanan bentuk adenovirus yang dimodifikasi -sejenis virus yang menyebabkan infeksi pernapasan- yang dikenal sebagai Ad5 dan terkandung dalam vaksin.

"Penggunaan vaksin Sputnik V di Afrika Selatan, dengan prevalensi dan insiden HIV yang tinggi, dapat meningkatkan risiko laki-laki yang divaksinasi tertular HIV," kata Otoritas Pengaturan Produk Kesehatan Afrika Selatan mengutip cnnindonesia.

Ditambahkan perusahaan di balik penggunaan vaksin Sputnik V di Afsel tidak memiliki bukti bahwa formula tersebut akan aman "pada rangkaian prevalensi HIV yang tinggi".

Perlu diketahui, negara yang paling parah dilanda pandemi di Afrika ini juga memiliki jumlah HIV tertinggi di dunia.

Baca juga: Rusia Uji Coba Vaksin Covid-19 Dalam Bentuk Semprotan Hidung

Pada saat yang sama, pemerintah setempat berjuang untuk melawan keragu-raguan vaksin. Targetnya, lebih dari seperempat dari 40 juta divaksinasi pada awal 2022.

Pekan ini, Afsel memvaksinasi anak-anak berusia minimal 12 tahun dan menawarkan suntikan booster kepada warga tertentu yang kekebalannya terganggu.

Diketahui, vaksin covid-19 yang digunakan Afsel saat ini adalah Johnson & Johnson dosis tunggal, yang juga mengandung adenovirus tetapi dari jenis yang berbeda, dan suntikan rMNA Pfizer/BioNTech. Pemerintah juga menyetujui penggunaan vaksin Sinovac buatan China.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum memberikan izin penggunaan darurat vaksin Sputnik V. Namun, vaksin ini telah diberikan di setidaknya 45 negara.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in