Ukraina Tolak Tawaran Koridor Kemanusiaan Rusia, Kenapa?

Nusantaratv.com - 08/03/2022 06:57

Pasukan Ukraina. (Net)
Pasukan Ukraina. (Net)

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Ukraina menolak tawaran Rusia guna membuka koridor kemanusiaan dari empat kota, Senin (7/3/2022). Sebab, rute evakuasi dinilai mengarah ke Rusia serta Belarusia.

Tentara Rusia menawarkan membuka koridor kemanusiaan dari Kota Kharkiv, Kyiv, Mariupol serta Sumy untuk memungkinkan warga sipil melarikan diri.

Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk menyebut proposal Rusia bukan pilihan yang dapat diterima.

"(Warga sipil Ukraina) tidak akan pergi ke Belarus dan kemudian naik pesawat ke Rusia," kata Vereshchuk. 

Hasil dialog ketiga untuk mengakhiri konflik antara kedua negara yang digelar pada hari yang sama masih minim.

Mengutip AFP, kekerasan terus terjadi selama 12 hari agresi militer yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina. Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) mencatat setidaknya 1,7 orang warga Ukraina terpaksa mengungsi karena invansi tersebut.

Sebelumnya, Rusia mengumumkan akan menghentikan serangan atau gencatan senjata sejenak di beberapa kota di Ukraina pada hari ini, Senin (7/3/2022), untuk membuka ruang evakuasi warga sipil.

Reuters melaporkan Rusia mengambil keputusan ini atas permintaan pribadi Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang berbincang langsung dengan Presiden Vladimir Putin pada Minggu (6/3/2022).

Dalam perbincangan, Macron mengutarakan kekhawatirannya akan keselamatan warga sipil di tengah pertempuran antara Rusia dan Ukraina.

Kekhawatiran memuncak setelah Rusia dilaporkan terus menembaki warga sipil yang hendak mengikuti evakuasi di beberapa kota, termasuk Mariupol dan Volnovkha.

Penembakan hingga kini masih terjadi, meski Rusia dan Ukraina menyepakati gencatan senjata di kedua kota itu pada akhir pekan lalu.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in