Tangkal Omicron, Jepang Tutup Pintu bagi Warga Asing dari Seluruh Dunia Mulai Besok

Nusantaratv.com - 29/11/2021 13:54

PM Jepang Fumio Kishida/ist
PM Jepang Fumio Kishida/ist

Penulis: Ramses Manurung

Tokyo, Nusantaratv.com-Pemerintah Jepang tak mau mengambil resiko terhadap kemungkinan masuknya varian baru covid-19 Omicron di wilayahnya. Untuk itu, Pemerintah Jepang mengambil langkah memberlakukan kembali pembatasan ketat dan melarang masuk semua warga negara asing dari seluruh dunia ke wilayahnya. Larangan masuk bagi warga asing dari seluruh dunia ke Jepang berlaku mulai besok, Selasa 30 November 2021. 

"Kami akan melarang masuk (baru) warga negara asing dari seluruh dunia mulai 30 November," tutur Perdana Menteri (PM) Jepang, Fumio Kishida.

Diketahui selama pandemi mewabah, hampir seluruh perbatasan Jepang ditutup untuk pelancong dari luar negeri. Bahkan warga negara asing yang telah berstatus menjadi penduduk Jepang sempat tidak bisa masuk ke Jepang sama sekali.

Pemerintah Jepang sempat sedikit melonggarkan kebijakan pembatasan pada awal November 2021 lalu. Ketika itu Pemerintah Jepang mengizinkan masuknya para pelancong bisnis jangka pendek, mahasiswa asing dan para pemegang visa lainnya ke wilayahnya, namun masih tetap melarang masuk para wisatawan.

Kabarnya, sebanyak 370 ribu pemegang visa yang tengah menunggu izin untuk masuk ke Jepang dan akan diizinkan masuk secara bertahap saat itu.

Baca juga: Cegah Varian Omicron, Mulai Besok WNA dari Afrika Selatan Dilarang Masuk RI

Namun sejak Jumat (26/11/2021) Pemerintah Jepang kembali memberlakukan pembatasan masuk. Para pelancong dari enam negara Afrika yang datang ke Jepang wajib melakukan karantina selama 10 hari di fasilitas-fasilitas yang ditetapkan Pemerintah Jepang.

Dua hari kemudian, tepatnya pada Minggu (28/11/2021) pembatasan masuk bagi warga dari Afrika diperluas terhadap tiga negara lainnya. Dengan demikian total ada sembilan negara yang warganya dibatasi masuk ke Jepang, antara lain,  Afrika Selatan, Namibia, Lesotho, Eswatini, Zimbabwe, Botswana, Zambia, Malawi dan Mozambik.

PM Kishida menyatakan Jepang 'berada dalam posisi yang lebih kuat melawan varian Omicron dibandingkan negara-negara lainnya', sembari menyinggung soal aturan wajib masker dan sikap menahan diri tentang perilaku berisiko.

Sejauh ini, otoritas Jepang belum menemukan varian Omicron di wilayahnya. Namun Institut Nasional Penyakit Menular tengah menganalisis sebuah kasus pelancong dari Namibia yang baru-baru ini dinyatakan terinfeksi covid-19.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in