Jokowi Diundang Joe Biden Ikuti Pertemuan MEF 2021

Nusantaratv.com - 18/09/2021 15:47

Presiden Joko Widodo (Jokowi)/ist
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/ist

Penulis: Ramses Rianto Manurung | Editor: Ramses Rianto Manurung

Jakarta, Nusantaratv.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama sembilan kepala negara lainnya diundang oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden untuk mengikuti pertemuan Major of Economies on Energy and Climate 2021 yang digelar secara virtual, Jumat (17/9/2021). Salah satu topik pembahasan dalam forum tersebut adalah energi baru terbarukan. 

"Selain 10 kepala pemerintahan ada juga Presiden Komisi Eropa, Presiden Dewan Eropa, serta Sekretaris Jenderal PBB," kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Mahendra Siregar mengutip okezone, Sabtu (18/9/2021).

Pertemuan tersebut bertujuan untuk menggalang kerja sama negara-negara utama untuk langkah-langkah konkret yang ambisius untuk mewujudkan ambisi ataupun target dari pertemuan Conference of Parties (COP26) di Glasgow bulan November mendatang. 

Secara spesifik tujuan dari pertemuan tersebut untuk memastikan bahwa perubahan suhu dunia tidak melebihi satu setengah derajat celsius.  

Baca juga: Tinjau Vaksinasi, Jokowi Kunjungi Aceh

Fokus utama dalam agenda tersebut penyampaian apa yang disebut dengan Nationally Determined Contribution (NDC), yaitu komitmen masing-masing negara yang disampaikan dalam kerangka rencana program dan tujuan untuk mengatasi perubahan iklim.

Sejalan dengan fokus pertemuan turut dibahas transisi ke energi baru dan terbarukan.

Selain itu pada pertemuan tersebut mendukung apa yang disebut dengan global methane pledge, yaitu kesepakatan atau suatu janji bersama untuk juga mengatasi emisi yang disebabkan oleh gas metan. 

"Bapak Presiden menyampaikan secara umum mendukung langkah tadi dengan menyarankan agar seluruh prosesnya dilakukan secara terbuka melalui mekanisme yang transparan dan bersifat partisipatif. Dalam konteks Indonesia sendiri, penurunan gas metan sudah dicakup di dalam NDC Indonesia yang juga sudah di-update dan disampaikan kepada PBB ataupun UNFCCC," ucap Mahendra.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in