Mufti DPR Bongkar Dugaan Maung Bukan Produksi Indonesia: Jadi Tertawaan Internasional!

Mufti DPR Bongkar Dugaan Maung Bukan Produksi Indonesia: Jadi Tertawaan Internasional!

Nusantaratv.com - 11 Februari 2026

Mufti Anam saat RDP Komisi VI DPR RI dengan Dirut PT LEN, PT Pindad, PT Dirgantara, PT PAL dan PT Dahana
Mufti Anam saat RDP Komisi VI DPR RI dengan Dirut PT LEN, PT Pindad, PT Dirgantara, PT PAL dan PT Dahana

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam mengungkap hal mengejutkan terkait mobil Maung yang sekarang ini dibangga-banggakan Pemerintah. Ia mengaku mendengar bahwa Maung sebenarnya adalah produk dari luar yang kemudian di dalam negeri hanya tinggal dirakit dan kemudian dipakai. 

Jika benar demikian, kata Mufti, ini tentu menjadi bahan tertawa internasional. Karena mereka tahu bahwa sebenarnya ini impor. Namun  
kemudian diakui bahwa oleh Pemerintah bahwa ini sebenarnya produk dalam negeri. 

"Nah, maka di tempat ini kami ingin tanya ke pajenengan. Sebenarnya dari Maung kemudian Garuda yang sekarang dipakai Presiden ini berapa persen sih, Pak, konten lokalnya? TKDN-nya berapa persen? Jangan-jangan hanya logonya saja begitu," kata Mufti Anam saat RDP Komisi VI DPR RI dengan Dirut PT LEN, PT Pindad, PT Dirgantara, PT PAL dan PT Dahana. 

Mufti pun mempertanyakan sekiranya Maung adalah produk impor, berapa biaya impor. Ia bahkan memperbandingkan harga Maung dengan mobil-mobil yang saat ini dipamerkan di ajang IMS 2026 yang menurutnya lebih bagus tapi harganya tidak sampai Rp500 juta.  

"Saya dengar Maung ini harganya miliaran. Nah, sebenarnya berapa sih biaya produksi atau kalau impor ini berapa sih biaya impornya? Dan kemudian Bapak ambil keuntungan berapa sih. Dan kenapa kemudian sekarang menjadi semahal itu?" tanya Mufti, dikutip dari YouTube Nusantara TV.

"Jangan-jangan dengan membranding ini produk dalam negeri yang kemudian ini menjadi sesuatu yang mahal yang kemudian merugikan negara begitu," tandasnya. 

Sebelumnya Mufti juga menjelaskan bahwa salah satu tujuan dibentuknya DefenID adalah bagaimana meningkatkan kedaulatan pertahanan. Juga mengurangi ketergantungan impor.

"Dan juga bagaimana agar ke depan DefenID bisa berkontribusi yang lebih besar terhadap deviden negara yang kemudian berdampak terhadap kesehatan rakyat," ungkapnya. 

Ia lantas bertanya, perubahan fundamental apa yang benar-benar dapat meningkatkan kemandirian industri pertahanan di dalamnya sejak dibentuknya DefenID.  

"Dan sebenarnya keputusan strategis apa sih yang tidak mungkin dilakukan sebelum adanya DefenID, Pak? Dan kami minta nanti jawaban tertulis sebagai bahan kami di rapat berikutnya. Ketika DefenID sebelum terbentuk dan setelah terbentuk. Dampaknya apa bagi kinerja perusahaan baik itu terhadap efisiensi perusahaan. Kemudian laba dan ROA yang sebagaimana dicita-citakan Presiden," pungkasnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close