Hashim: Tak Ada Lagi Urgensi Pembukaan Lahan Besar untuk Food Estate

Hashim: Tak Ada Lagi Urgensi Pembukaan Lahan Besar untuk Food Estate

Nusantaratv.com - 12 Februari 2026

Hashim Djojohadikusumo. (Tangkap layar Nusantara TV)
Hashim Djojohadikusumo. (Tangkap layar Nusantara TV)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Pemerintah menegaskan tidak ada kebutuhan mendesak untuk membuka lahan baru secara besar-besaran dalam program food estate. Hal ini seiring dengan capaian swasembada beras yang berhasil diraih lebih cepat dari target, sehingga tekanan terhadap kawasan hutan dinilai semakin berkurang.

Pernyataan tersebut disampaikan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dalam agenda Nusantara Sustainability Trend Forum 2026 (Nature 2026).

“Sekarang kita sudah mencapai swasembada beras 3–4 tahun lebih cepat dari yang direncanakan. Dengan capaian ini, tidak ada lagi urgensi membuka lahan baru secara masif untuk food estate,” ujar Hashim, Kamis, 12 Februari 2026.

Hashim menjelaskan, sebelumnya sempat muncul kekhawatiran bahwa pengembangan kawasan pangan di Papua maupun daerah lain dapat mendorong deforestasi. Namun, dengan produksi beras nasional yang kini mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, dorongan untuk melakukan ekspansi lahan secara luas dinilai tidak lagi diperlukan.

“Kita tidak perlu lagi menambah jutaan hektare. Mungkin cukup optimalisasi lahan yang sudah ada. Ini kabar baik bagi lingkungan,” tegasnya.

Menurut Hashim, keberhasilan swasembada beras juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang berbasis insentif ekonomi. Pemerintah menaikkan harga pembelian gabah dari Rp4.000 menjadi Rp6.500 per kilogram, serta menurunkan harga pupuk hingga 20 persen.

“Pendapatan petani meningkat, produksi naik, dan kita tidak perlu membuka hutan baru. Ini solusi berbasis pasar yang berdampak langsung pada lingkungan,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya menjaga lingkungan tetap bisa berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi. Capaian swasembada beras disebut menjadi bukti bahwa penguatan sektor pangan dapat dilakukan tanpa harus mengorbankan kawasan hutan.

“Tema kita hari ini menjaga alam, menggerakkan ekonomi. Itu bukan retorika. Dengan swasembada beras, tekanan terhadap hutan berkurang dan ekonomi petani tetap tumbuh,” tutup Hashim.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close