Tragedi Kanjuruhan Mirip dengan Kasus Estadio Nacional Peru 1964

Nusantaratv.com - 04/10/2022 22:40

Doa untuk Tragedi Kanjuruhan
Doa untuk Tragedi Kanjuruhan

Penulis: Arfa Gandhi

Nusantaratv.com - Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 125 orang meninggal akibat kerusuhan pasca pertandingan pekan sebelas Liga 1 2022/2023 awal Oktober ini memiliki kesamaan penyebab dengan peristiwa yang terjadi di Estadio Nacional Peru pada tahun 1964.

Penyebab utamanya adalah penembakan gas air mata yang menyebabkan kepanikan dalam stadion. Sebab gas air mata memiliki efek mata perih dan sesak nafas dengan kondisi stadion yang padat suporter.

Sebagai informasi tambahan, gas air mata adalah senyawa kimia yang untuk sementara dapat membuat orang kehilangan kemampuannya melihat. Gas ini juga bisa menyebabkan iritasi pada mata, mulut, gangguan kesehatan tenggorokan, paru-paru dan kulit.

Petugas kepolisian biasa menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa saat terjadinya kerumuman orang yang ingin melakukan kericuhan.

Laga antara Arema FC menghadapi Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu tersebut menyebabkan massa kubu tuan rumah marah dan turun ke dalam lapangan. Hal ini pun direspons pihak kepolisian dengan menembakkan gas air mata hingga ke arah tribun. Hal tersebut ternyata memiliki dampak yang tidak diinginkan hingga banyak memakan korban di stadion.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan sebanyak 125 orang dilaporkan kehilangan nyawa di Stadion Kanjuruhan, Malang. Itu belum termasuk dengan total 302 orang mengalami luka ringan dan 21 orang mengalami luka berat.

“Semoga para korban yang berpulang diterima di tempat terbaik bersama Tuhan Yang Maha Esa. Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan ini menjadi peristiwa terakhir di sepak bola Indonesia dan lebih baik lagi kedepannya," ujar kapten Bali United, Fadil.

Halaman

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in