Siap-siap! Mulai 30 April 2022, Siaran TV Analog di Tujuh Kabupaten Provinsi Kalsel akan Dimatikan

Nusantaratv.com - 19/04/2022 17:45

Persiapan menuju analog switch off/ist
Persiapan menuju analog switch off/ist

Penulis: Andi Faisal | Editor: Ramses Manurung

Nusantaratv.com - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan melakukan analog switch off (aso) atau migrasi sistem penyiaran dari analog ke digital tahap pertama pada 30 April 2022 mendatang. 

Dengan demikian terhitung mulai 30 April 2022 mendatang siaran analog di sejumlah wilayah termasuk Kalimantan Selatan yang masuk aso tahap pertama akan dimatikan. Masyarakat di tujuh kabupaten di Kalsel tidak bisa lagi menonton siaran televisi dari TV analog.

Tujuh kabupaten di Kalsel yang akan melakukan aso tahap pertama pada 30 April 2022 mendatang, yaitu Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, Tabalong dan Kotabaru.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ( Diskominfo Kalsel), M Muslim, mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Kominfo terkait distribusi Set Top Box (STB) bagi rumah tangga miskin. Supaya, siaran TV digital nantinya bisa dinikmati semua kalangan.

"ASO adalah penghentian siaran analog untuk bermigrasi ke digital yang harus disosialisasikan dan dikoordinasikan. Kami masih berkoordinasi proses pembagian STB gratis bagi masyarakat, yang berdasarkan informasi Kementerian Kominfo akan dibagikan sebanyak 45.133 unit di tahap satu," kata Muslim.

Muslim menjelaskan, mekanisme pendistribusian akan dilakukan oleh Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) di daerah, sekaligus untuk instalasinya.

Sebagian LPS melakukan distribusi dan instalasi dan sebagian lagi bekerja sama dengan SMK.

"Setiap STB yang diserahkan ke penerima harus diinstall langsung dan harus didaftarkan berdasarkan KTP dan KK yang akan terhubung dengan aplikasi yang menghasilkan barcode. Aplikasi tersebut secara otomatis merekam jumlah STB yang telah didistribusikan, dan dipastikan diterima oleh penerima," terang Muslim.

Lebih lanjut Muslim menjelaskan migrasi siaran televisi analog ke digital ini, memiliki sejumlah manfaat dan keuntungan bagi pemerintah, lembaga penyiaran maupun komunitas, selain siaran lebih bersih, jernih, dan canggih yang diterima masyarakat.

Pemerintah dapat mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain dan memanfaatkan frekuensi yang ditinggalkan siaran analog untuk hal lain yang sangat penting, seperti peningkatan kecepatan internet.

Sementara itu, bagi lembaga penyiaran atau pelaku usaha penyiaran, siaran digital berpotensi memunculkan pelaku usaha baru di industri kreatif.

Terbuka peluang bagi masyarakat maupun komunitas bisa berkontribusi menghasilkan konten-konten menarik yang inspiratif, edukatif, inovatif dan menghibur.

"Oleh karena itu, pemda akan mendorong potensi konten kreator muda, influencer, Key Opinion Leader (KOL), komunitas TIK, mahasiswa, untuk membuat siaran lokal yang tidak hanya menghibur, tapi juga mengedukasi dan menginspirasi. Kita kuatkan lagi sosialisasi dan promosi melalui berbagai media komunikasi," pungkas Muslim.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in