Putin Pecat Komandan Perang Rusia di Ukraina, Diganti dengan yang Berpengalaman di Suriah

Nusantaratv.com - 09 April 2022

Presiden Rusia, Vladimir Putin/ist
Presiden Rusia, Vladimir Putin/ist

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com - Presiden Rusia Vladimir Putin tampaknya kurang puas dengan kinerja komandan yang memimpin penyerangan ke Ukraina. Pasalnya, Putin dikabarkan baru saja mencopot komandan perangnya di Ukraina.  

Putin dilaporkan memasang Jenderal Alexander Dvornikov sebagai pemimpin senior dalam penyerangan ke Ukraina. Namun tidak disebutkan siapa komandan perang sebelumnya di Ukraina yang diganti oleh Jenderal Alexander Dvornikov.

Sebuah sumber mengatakan Dvornikov merupakan jenderal lapangan yang sudah teruji di Suriah. 

"Komandan saat ini memiliki banyak pengalaman terkait operasi Rusia di Suriah," ujar sumber itu.

"Jadi kami memperkirakan, secara keseluruhan akan ada peningkatan terhadap kontrol dan komando," tambahnya.

Pergantian komandan perang ini diyakini karena Putin ingin penyerangan di Ukraina bisa sesuai target yaitu pada 9 Mei nanti.

Perubahan komando itu dilakukan Putin untuk meningkatkan koordinasi antara berbagai unit.

Diketahui, invasi militer Rusia ke Ukraina yang disebut Putin sebagai 'operasi militer khusus' telah berlangsung kurang lebih dua bulan sejak pada 24 Februari lalu.

Kerasnya perlawanan yang diberikan Ukraina di luar perhitungan Putin. Semula ia yakin penyerangan akan selesai dalam 72 jam.

Baca juga: Joe Biden Minta Vladimir Putin Hadapi Pengadilan atas Pembunuhan Massal di Ukraina

Beberapa wilayah Ukraina yang sempat diduduki akhirnya lepas lagi. Pasukan Rusia 
terpaksa mundur dari dua kota penting Ukraina, Kiev dan Chernihiv.

Bahkan Rusia harus membayar mahal atas tindakannya menyerang Ukraina. Karena selain harus kehilangan begitu banyak pasukan yang gugur di medan laga, Rusia juga kehilangan sejumlah jenderal pentingnya.

Jenderal tertinggi di Rusia yang terbunuh dalam penyerangan ke Ukraina adalah Letnan Jenderal Yakov Rezantsev.

Seorang pejabat Barat mengatakan, dia adalah jenderal ketujuh yang tewas di Ukraina, mengutip tribunnewscom.

Diperkirakan, kondisi moral yang rendah di antara pasukan Rusia telah memaksa perwira senior berada di garis depan peperangan.

Sejauh ini Rusia hanya mengonfirmasi satu kematian jenderal, Kyiv dan pejabat Barat percaya ada tujuh jenderal yang telah tewas dalam pertempuran sejak perang dimulai.

Perlawanan Ukraina yang kuat secara tak terduga, peralatan Rusia yang buruk, dan jumlah korban tewas yang tinggi di antara pasukan Rusia, semuanya dianggap berkontribusi pada moral yang rendah.

Rusia mengkonfirmasi 1.351 tentara tewas sejak perang dimulai di Ukraina. Namun pejabat Kiev dan barat mengatakan jumlahnya jauh lebih tinggi.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close