Milarder Ukraina Minta Rumahnya Dibom, Setelah Tahu Digunakan sebagai Pangkalan Pasukan Rusia

Nusantaratv.com - 20 April 2022

Sejumlah bangunan di Ukraina hancur dan terbakar setelah dibom pasukan Rusia/ist
Sejumlah bangunan di Ukraina hancur dan terbakar setelah dibom pasukan Rusia/ist

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com - Miliarder Ukraina, Andrey Stavnitser meminta militer negaranya untuk mengebom rumah barunya. Andrey rela rumah mewahnya hancur lebur setelah mengetahui propertinya digunakan sebagai pangkalan pasukan Rusia. 

Andrey Stavnitser adalah seorang CEO perusahaan IT Ukraina. Ia mengaku mengetahui pasukan Rusia menyita propertinya di dekat Irpin, Ukraina, awal bulan lalu setelah dia meninggalkan negara itu ke Polandia.

Pernyatan Andrey muncul hampir dua bulan setelah invasi Rusia ke Ukraina, di mana puluhan ribu warga sipil tewas dan banyak kota hancur. 

Andrey mengatakan pasukan Rusia menerobos rumahnya dan menyandera staf keamanannya dengan, menginterogasi dan membuka pakaian mereka. Para staf akhirnya, dikirim ke hutan tanpa telepon atau koneksi ke dunia luar. 

"Selama dua hari, mereka harus berjalan pulang, tanpa telepon atau koneksi. Setelah dua hari, mereka menghubungi kami dari tempat yang aman dan memberitahu kami apa yang terjadi," ungkap Andrey.

Baca juga: Volodymyr Zelenskyy: Serangan Rusia Telah Menewaskan Sekitar 14.000 Orang Ukraina dalam 8 Tahun Terakhir 

Andrey mengungkapkan dirinya dapat melacak tentara Rusia melalui kamera keamanan kecil yang tertinggal di dalam rumah. 

"Mereka menghancurkan sebagian besar kamera di dalam rumah, namun, ada satu webcam kecil amatir yang masih berfungsi dari waktu ke waktu ketika listrik menyala," jelasnya.

Andrey mengaku melihat rekaman pasukan menurunkan barang-barang yang dijarah dari rumah orang lain dan membawanya ke rumahnya sendiri. Dia juga memperhatikan bahwa militer Rusia mulai menggunakan rumahnya, yang terletak di luar Kyiv, sebagai tempat strategis untuk menyerang ibu kota.

Mengetahui hal itu, Andrey segera menghubungi militer Ukraina dan meminta mereka untuk menghancurkan rumah itu, meskipun itu baru dan dia telah "berusaha keras" untuk membangunnya. 

"Tidak banyak yang dapat Anda lakukan untuk membantu militer Ukraina, dan itu adalah salah satu peluang yang saya miliki," katanya, mengutip kompascom.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close