Begini Penampakan Wanita Diduga Pengebom di Istanbul Turki yang Ditangkap

Nusantaratv.com - 14/11/2022 11:38

Seorang wanita yang diduga tersangka pengeboman di Jalan Istiklal, Istanbul, Turki, telah ditangkap. (News.com.au)
Seorang wanita yang diduga tersangka pengeboman di Jalan Istiklal, Istanbul, Turki, telah ditangkap. (News.com.au)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Seorang wanita yang diduga tersangka pengeboman di Jalan Istiklal, Istanbul, Turki, telah ditangkap.

Polisi Turki merilis gambar-gambar mengerikan dari insiden itu berdasarkan rekaman CCTV. Demikian dikutip dari News.com.au, Senin (14/11/2022). 

Diberitakan sebelumnya, sebuah bom mengguncang jalan yang dilalui pejalan kaki yang ramai di jantung kota Istanbul, Turki, pada Minggu (13/11/2022) sekitar pukul 16:20 waktu setempat. Ledakan bom di Jalan Istiklal, Taksim, Istanbul itu menewaskan enam orang, dan melukai puluhan orang lainnya.

Berdasarkan gambar-gambar dari rekaman CCTV, tersangka wanita terlihat melarikan diri dari tempat kejadian sambil memegang setangkai mawar. Tersangka mengenakan jilbab, jaket kulit dan celana tempur kamuflase. Dia tampak melarikan diri dari jalan beberapa saat sebelum serangan yang menimbulkan ledakan hebat.

Menteri Dalam Negeri Turki Süleyman Soylu mengonfirmasi jika tersangka pengebom tersebut telah ditangkap. "Orang yang menjatuhkan bom itu ditahan oleh Direktorat Jenderal Keamanan kami," kata Soylu kepada TRT Haber, Senin (14/11/2022).

Polisi segera menutup area di sekitar Jalan Istiklal sejak Minggu (13/11/2022) sore dan helikopter terbang di atas pusat kota saat sirene berbunyi. "Saya berada 50-55 meter, tiba-tiba terdengar suara ledakan. Saya melihat tiga atau empat orang di tanah," kata saksi mata, Cemal Denizci (57) kepada AFP.

"Orang-orang berlarian dengan panik. Kebisingan itu sangat besar. Ada asap hitam," lanjutnya.

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk apa yang disebutnya sebagai 'serangan keji'. "Mungkin salah jika kami mengatakan dengan pasti bahwa ini adalah teror, tetapi menurut tanda-tanda pertama, ada bau terorisme di sana," kata Erdogan kepada wartawan saat konferensi pers.

"Upaya untuk mengambil alih Turki dan bangsa Turki melalui terorisme tidak akan mencapai tujuannya hari ini atau besok," lanjutnya.

"Orang-orang kami dapat yakin bahwa pelaku di balik serangan itu akan dihukum sebagaimana layaknya," tambah Erdogan.

Sementara itu, Wakil Presiden Turki Fuat Oktay mengatakan ada beberapa bukti yang menunjukkan jika pembom itu mungkin seorang wanita. "Kami percaya bahwa itu adalah aksi teroris yang dilakukan oleh seorang penyerang, yang kami anggap sebagai seorang wanita, yang meledakkan bom tersebut," imbuh Oktay.

Para korban termasuk pegawai pemerintah Yusuf Meydan dan putrinya yang masih kecil, Ecrin.

Terkait insiden ledakan bom di Istanbul Turki, Pemerintah Indonesia mengeluarkan sikap mengecam aksi tersebut. "Pemerintah Indonesia mengecam aksi serangan bom ini dan menyampaikan duka cita yang mendalam atas korban meninggal dan luka-luka. Indonesia berharap mereka yang bertanggung-jawab atas kejadian ini dapat segera ditangkap," demikian pernyataan Pemerintah Indonesia seperti dikutip dari rilis Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Senin (14/11/2022).

Selain itu, Indonesia menghargai keputusan Presiden Turki Recep Tayyip Erdo─čan untuk tetap menghadiri pertemuan G20 di Indonesia, ditengah kedukaan ini. Di sisi lain, KBRI Ankara dan KJRI Istanbul saat ini berkomunikasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat serta komunitas masyarakat Indonesia yang ada di sekitar lokasi. Hingga saat ini tidak terdapat informasi mengenai WNI yang menjadi korban. 

"Berdasarkan database, jumlah WNI yang menetap di Istanbul sekitar 500 orang. Namun demikian, lokasi kejadian tersebut adalah salah satu tujuan favorit wisatawan asing, termasuk WNI yang melakukan perjalanan wisata ke Istanbul, Turki," lanjut pernyataan itu. 

Masyarakat Indonesia di Istanbul dan sekitarnya diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat keramaian jika tidak ada keperluan mendesak. "Dalam keadaan darurat agar segera menghubungi otoritas setempat dan Perwakilan RI," tambah pernyataan itu.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in