Nusantaratv.com-Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji melakukan kunjungan ke komunitas adat Suku Baduy di Banten dalam rangka memberikan edukasi mengenai Program Keluarga Berencana (KB). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah terus berupaya memperluas jangkauan program KB agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas adat. Pendekatan berbasis budaya dinilai menjadi strategi efektif untuk memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam.
"Pendekatan secara adat dalam kegiatan 'Sapa Budaya' untuk mengedukasi masyarakat tentang KB ini terus kami lakukan agar kita lebih mengetahui kebutuhan masyarakat seperti apa," kata Wihaji pada Kamis, 30 April 2026.
Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dalam menyediakan layanan kontrasepsi di berbagai wilayah. Program tersebut dilaksanakan secara serentak di tingkat nasional dengan titik awal di Lebak, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun ke-75 IBI.
Dalam kunjungan tersebut, Wihaji juga berdialog langsung dengan masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan layanan publik dapat diakses oleh seluruh warga, termasuk komunitas adat.
"Saya akan berdialog langsung dengan masyarakat Baduy Luar dan Baduy Dalam untuk memahami kebutuhan mereka," ujar dia, dikutip dari Antara.
Sebagai bagian dari upaya mendukung kesetaraan gender, pemerintah secara rutin menjalankan program KB pria atau vasektomi setiap tahun dengan persyaratan tertentu guna mencegah penyalahgunaan.
"Pemerintah tetap menjalankan program tersebut setiap tahun. Syaratnya cukup ketat, yakni usia minimal 35 tahun, memiliki minimal dua anak, dan dalam kondisi sehat. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan," tuturnya.
Wihaji juga menyaksikan langsung kegiatan edukasi yang dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga dan para bidan kepada warga Desa Kanekes, Lebak, dengan menggunakan Bahasa Sunda. Ia menilai keterlibatan tenaga lokal sangat penting karena mereka lebih memahami kondisi wilayah serta karakter masyarakat, sehingga penyampaian program KB dapat berjalan lebih efektif.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh