Nusantarat.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya tambahan sekitar 1,896 juta tenaga kerja dalam periode Februari 2025 hingga Februari 2026. Penambahan ini mendorong jumlah penduduk yang bekerja menjadi 147,57 juta orang pada Februari 2026.
Sejalan dengan itu, total angkatan kerja juga meningkat menjadi 154,91 juta orang, atau bertambah sekitar 1,862 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.
"Jumlah pengangguran sebanyak 7,24 juta orang atau menurun 35 ribu orang dibanding Februari 2025," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Dalam beberapa tahun terakhir, tren pengangguran menunjukkan penurunan yang konsisten. Pada Februari 2022, jumlah pengangguran tercatat 8,40 juta orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 5,83 persen. Angka ini terus turun menjadi 7,99 juta orang (5,45 persen) pada Februari 2023, lalu 7,20 juta orang (4,82 persen) di Februari 2024, 7,28 juta orang (4,76 persen) pada Februari 2025, hingga mencapai 7,24 juta orang (4,68 persen) pada Februari 2026.
Selain itu, BPS juga mencatat peningkatan pada jumlah pekerja di sektor formal selama periode setahun terakhir.
"Pekerja formal meningkat dari 59,19 juta orang menjadi 59,93 juta orang atau mencakup 40,58 persen dari total penduduk bekerja," paparnya.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan total 28,78 juta orang pada Februari 2026. Posisi berikutnya ditempati oleh sektor perdagangan besar dan eceran dengan 17,95 juta pekerja, serta industri yang menyerap 13,57 juta orang tenaga kerja.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh