Wabah Flu Burung Landa Kawasan Produksi Foie Gras Prancis, Hewan Ternak Dimusnahkan

Nusantaratv.com - 20/12/2021 12:07

Wabah flu burung telah terdeteksi di sebuah peternakan bebek di wilayah Landes Prancis. (Istimewa)
Wabah flu burung telah terdeteksi di sebuah peternakan bebek di wilayah Landes Prancis. (Istimewa)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Wabah flu burung telah terdeteksi di sebuah peternakan bebek di wilayah Landes Prancis, jantung produksi foie gras, kata pejabat setempat Minggu (19/12/2021).

"Tanda-tanda klinis tidak diragukan lagi dan diputuskan untuk memusnahkan kawanan ternak pada Sabtu (18/12/2021), sehari setelah wabah diidentifikasi," kata Marie-Helene Cazaubon, Kepala Kamar Pertanian Landes, seperti dikutip dari AFP, Senin (20/12/2021).

Dalam hal ini, pemerintah setempat telah menetapkan zona perlindungan tiga kilometer (1,8 mil) dan zona pengawasan 10 kilometer di sekitar peternakan.

Ini adalah wabah flu burung kedua yang terdeteksi di barat daya sejak epidemi besar tahun lalu yang menyebabkan pemusnahan 2,5 juta bebek dan angsa.

Awal bulan lalu otoritas kesehatan meminta peternak unggas organik dan terbuka untuk mengurung unggas mereka, sebagai langkah untuk menghindari kontak dengan burung migran yang mungkin membawa virus.

"Kami berada di koridor migrasi tempat burung terbang dari Eropa utara, dan kami harus sangat waspada," lanjut Cazaubon, yang juga seorang peternak bebek.

Cazaubon mencatat sebagian besar bebek dan angsa telah disembelih untuk diambil lemaknya, untuk dibuat menjadi foie gras pate terkenal yang populer selama musim liburan.

Tradisi berjalan jauh di Prancis, tetapi kontroversial karena burung-burung itu dicekok paksa untuk menggemukkan hati mereka secara artifisial. Diketahui, sekitar seperempat foie gras Prancis berasal dari kawasan Landes, yang terdiri dari sekitar 800 peternakan, terutama peternakan bebek.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in