Nusantaratv.com-Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menyatakan bahwa investasi memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026.
Menurut Rosan, kontribusi investasi mencapai sekitar 32 persen dari total pertumbuhan tersebut, lebih tinggi dibandingkan tren sebelumnya yang umumnya berada di kisaran 28 hingga 29 persen.
“Alhamdulillah pertumbuhan ekonomi 5,61 persen ini menunjukkan bahwa ekonomi kita berjalan sangat baik, sangat positif,” kata Rosan usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa dari total pertumbuhan tersebut, investasi menyumbang sekitar 1,8 persen poin.
“Kalau dari porsi saya, tentunya dari segi investasi, itu menyumbang 32 persen dari total pertumbuhan 5,61 persen atau sekitar 1,8 persen,” ujarnya.
Rosan menilai peningkatan kontribusi investasi menjadi salah satu faktor utama yang menjaga kinerja ekonomi nasional tetap kuat. Selama ini, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi biasanya berada di bawah 30 persen.
“Selama ini investasi itu menyumbangkan kurang lebih biasanya 28 sampai 29 persen. Ya alhamdulillah, ini (meningkat menjadi) 32 persen,” katanya, dikutip dari Antara.
Ia menambahkan bahwa kinerja investasi yang kuat memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor ekonomi serta diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ke depan. Pemerintah pun berkomitmen terus mendorong iklim investasi yang kondusif di tengah dinamika global.
Selain itu, peningkatan investasi dinilai turut memperkuat kepercayaan pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi domestik.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut pertumbuhan tersebut ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik yang tetap kuat.
Secara nilai, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat mencapai Rp3.447,7 triliun atas dasar harga konstan (ADHK) dan Rp6.187,2 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB).




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh