Ribuan Buruh Demo di Balai Kota Jakarta, Tuntut Kenaikan UMP 2022

Nusantaratv.com - 10/11/2021 14:35

Aksi unjuk rasa buruh menuntut kenaikan UMP 2022/ist
Aksi unjuk rasa buruh menuntut kenaikan UMP 2022/ist

Penulis: Ramses Manurung

Jakarta, Nusantaratv.com-Bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2021, ratusan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota DKI Jakarta. 

Melalui aksinya para buruh menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) 2022 DKI Jakarta. Mereka membawa sejumlah atribut demonstrasi mulai dari bendera hingga spanduk.

Selain menuntut kenaikan UMP/UMSP 2022 DKI Jakarta, para buruh juga menuntut pencabutan UU omnibus law, PKB tanpa omnibus law dan memberlakukan UMSK 2021. 

"Pada hari ini kami dari KSPI bersama federasi yang tergabung di dalamnya meminta kepada para gubernur di seluruh provinsi kepala daerah kota kabupaten/kota untuk menaikkan UMP 10 persen dan juga tidak menaikkan UMSK," kata Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia Mirah Sumirat, Rabu (10/11/2021).

Tak hanya di DKI Jakarta, aksi buruh menuntut kenaikan UMP 2022 juga digelar serentak di berbagai provinsi lainnya di Indonesia.

Para buruh menuntut kenaikan UMP 2022 sebesar 10 persen. Adapun dasar perhitungan kenaikan UMP 10 persen merujuk pada hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL) di 27 provinsi di Indonesia.

Baca juga: UMP 2022 DKI Jakarta Diupayakan Naik, Tetapi NIlainya Belum Sesuai Tuntutan Buruh

"Berdasarkan survei KHL 27 provinsi dan kita lakukan survei KHL di pasar tradisional dan modern dan kami menghitung dan dasarnya adalah 60 item KHL," jelas Mirah Sumirat mengutip detikcom.

"(Jakarta) Rp 4,2 juta sekarang ya, itu kali 10 persen. Sekitar angka itu," imbuhnya.

Mirah menyebutkan aksi kali ini diikuti 100 perwakilan buruh dan menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang ketat. 

Mirah dkk mengaku akan terus menggelar aksi sampai tuntutan kenaikan UMP dikabulkan oleh pemerintah.

"Pastinya kami tidak akan terima, kami akan aksi, kami tidak melalui pengadilan tapi lakukan aksi-aksi seperti ini," tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya tengah merumuskan nilai kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2022. Meski begitu, Riza mengungkap nilainya tak akan sesuai dengan tuntutan para buruh.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in