Nusantara Economic Updates: Wasekjen AISMLI sebut Target Pemerintah Perluas Penjualan Motor Listrik Pada 2027 Tidak Realistis

Nusantara Economic Updates: Wasekjen AISMLI sebut Target Pemerintah Perluas Penjualan Motor Listrik Pada 2027 Tidak Realistis

Nusantaratv.com - 30 Oktober 2026

Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia, Peter Kho
Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia, Peter Kho

Penulis: Ninuk Cucu Suwanti

 

Nusantaratv.com- Nusantara Economic Updates pada Jumat (30/10/2026), menghadirkan Segmen Industry 360 yang akan membedah tantangan dan prospek industri motor listrik nasional.

Tema ini diangkat Redaksi Nusantara TV karena motor listrik nasional masih menghadapi tantangan besar untuk memperluas pasar setelah sempat tumbuh pesat berkat insentif pemerintah.

Kini, penjualan motor listrik melambat di tengah ketidakpastian kebijakan. Kondisi ini pun menimbulkan tantangan bagi produsen dalam menyusun strategi produksi harga serta ekspansi pasar. Terlebih pemerintah menargetkan penjualan motor listrik diperluas pada 2027.

“Sebetulnya kalau mau dilihat dari kondisi di lapangan tidak realistis (target pemerintah untuk motor listrik),” ucap Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia, Peter Kho, Jumat (30/10/2026).

“Yang pertama dari jumlah total anggota asosiasi sendiri cuma beberapa yang survive, yang lainnya kan struggling. Jadi terutama jualan B2C itu tidak jalan, justru B2C. Nah, ini yang jalan kan B2B. Berarti kan ini ada problemnya harus disolusi sama kita.”

Kedua, Peter menilai motor listrik di head to head dengan sepeda listrik. Sebab hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan regulasi yang jelas untuk sepeda listrik.

“Jadi masyarakat lebih prefer membeli sepeda listrik daripada motor listrik karena harganya lebih murah. Tapi sepeda listrik sendiri kan tidak ada STNK, tidak ada standar keamanan. Nah, di situ jadi produsen motor listrik itu kewalahan harus bertanding dengan produsen sepeda listrik,” ucap Peter Kho.

“Di sisi lain sepeda listrik itu tidak ada regulasi. Jadi orang bisa menjual sepeda listri tanpa harus punya industri. Jadi brand-brand dari China itu bisa hanya menyewa ruko terus assembly sendiri dan langsung jual, as simple as that tanpa harus meregistrasi izin-izin segala macam. Nah, itu juga sangat memberatkan.”

Di samping itu, Peter Kho menilai yang membunuh industri motor listrik adalah ketidakpastian subsidi dari pemeritah.

“Ada subsidi atau tidak ada subsidi itu kita bisa jalan. Tapi yang membunuh itu adalah ketidakpastian dari subsidi itu,” ujar Peter Kho.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close