Nusantaratv.com- Presiden Prabowo Subianto diminta untuk melakukan perombakan Kabinet Merah Putih. Pasalnya, pemerintahan yang efektif tidak membutuhkan ratusan pembantu.
Demikian Peneliti Senior Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad mengatakan dalam Program KASI PAHAM di Nusantara TV, Selasa (20/10/2026).
“Yang paling fundamental itu perlu ada perombakan kabinet, struktur kabinet yang perlu dirombak. Kita tidak butuh ratusan pembantu presiden,” ucap Saidiman.
“Karena Anda akan kesulitan untuk menjaga koordinasi dengan baik gitu ya. Hanya butuh sedikit pemerintahan yang efektif yang diisi oleh kebanyakan orang-orang profesional.”
Saidiman menegaskan, menjalankan pemerintahan dengan cara merangkul semua kekuatan politik justru memicu masalah.
“Prabowo memang karakter politiknya adalah dia tidak mau ada yang di luar kan, semua ingin dirangkul dan partai politik kebetulan itu pragmatis semua,” kata Saidiman.
Menurut Saidiman wajar jika saat ini masyarakat mengalami sentimen negatif terhadap kinerja Prabowo di berbagai bidang, karena publik menilai ada kesalahan dalam tata kelola pemerintah.
Selain itu, kata Saidiman, publik dalam menyikapi 2 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran tidak lagi bicara harapan tetapi realitas.
“Program unggulan Pak Prabowo Subianto misalnya program makan bergizi gratis mulai ada persoalan, ada orang keracunan, ada isu mengenai tata kelolanya tidak dikelola dengan baik misalnya, ada korupsi di sana, ada pergantian kepemimpinan yang dilakukan sudah tiga kali dan seterusnya,” jelas Saidiman.
“Jadi orang mulai kritis. Sebelumnya masih lihat, ini kita kasih kesempatan. Jadi publik ini sebenarnya fair menurutku ya. Awal-awal kasih kesempatan dulu, tapi setelah itu kan tidak lagi bicara soal harapan, tapi bicara soal realitas.”
Berdasarkan survei SMRC, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka turun drastis. Prabowo di awal pemerintahan mendapatkan respons kepuasan dari publik 81,2% pada November 2026. Namun sebagaimana hasil survei SMRC, tingkat kepuasaan publik hanya mencapai angka 44,5% dan 53,4% lainnya menyatakan tidak puas.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh