Ini Sosok Brigjen M Zamroni, Pendamping Wanita yang Ngaku Anak Jenderal: Pernah Tangani Penusukan TNI di Kemayoran

Nusantaratv.com - 24/11/2021 06:51

Brigjen M Zamroni (kanan) semasa menjabat Dandim Jakpus. (Detikcom)
Brigjen M Zamroni (kanan) semasa menjabat Dandim Jakpus. (Detikcom)

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Terungkap bahwa Brigjen TNI M Zamroni, pria bermasker dan berkacamata yang mendampingi wanita yang terlibat cekcok mulut dengan Anggota DPR RI Arteria Dahlan dan ibunya di Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini diungkapkan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. 

Ini diketahui Prasetio, setelah dirinya ditelepon Zamroni beberapa saat usai insiden dengan pihak Arteria. Tujuannya untuk menengahi dan meminta maaf. 

Bersama wanita tersebut, saat berselisih dengan pihak Arteria,  sosok Zamroni sempat tertangkap kamera dan rekaman videonya viral di media sosial.  

"Dia bilang, 'Mas, tolong dong inisiasi saya dengan Arteria Dahlan' gitu omongannya. 'Masalah apa?' saya tanya. Dia jawab "Yah, mungkin ada senggolan di atas pesawat dengan istri saya'," ujar Prasetio menuturkan percakapannya dengan jenderal yang kini bertugas di Badan Intelijen Negara (BIN) itu. 

"'Terus apa maunya?' saya tanya. 'Mau minta maaf kita, saya mau minta maaf', sampailah seperti itu," imbuh Prasetio. 

Profil Brigjen M Zamroni 

Zamroni sendiri merupakan mantan Komandan Kodim Jakarta Pusat (Dandim Jakpus). Ia menjabat Dandim berbarengan dengan semasa Brigjen Suyudi Ario Seto menjadi Kapolres Metro Jakarta Pusat. Tepatnya sekitar tahun 2017. 

Ia pernah tampil ke publik saat menjelaskan peristiwa penusukan prajurit TNI di belakang patung ondel-ondel Kemayoran, Jakarta Pusat. 

Menurut Zamroni kala itu, anggotanya sedang mencari makanan untuk sahur saat kejadian. 

"Dia sedang mencari santapan sahur," kata Zamroni di Mapolres Jakpus, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/6/2017).

Zamroni menuturkan, anggotanya sedang duduk-duduk, kemudian datang kelompok pemuda. Prajurit TNI yang tidak sempat lari bernama Prada Ananda, lalu menjadi korban dalam peristiwa ini.

"Nah ini kan mereka tidak sempat lari, yang sempat lari aman, yang tidak sempat lari terkena satu anggota saya. Sudah dibantu oleh rekan kepolisian juga untuk diobati, namun tidak selamat," tutur dia.

Ia juga menegaskan tidak ada anggotanya yang membawa senjata. Sedangkan pelaku membawa senjata tajam atau tidak, Zamroni kurang memonitor.

"Nggak ada anggota yang bawa senjata, kalau pelakunya saya kurang monitor. Tapi kalau dari anggota saya tidak ada," ucapnya.

Zamroni sempat memberikan imbauan kepada para anggota TNI yang keluar dari markas satuan masing-masing, menyikapi peristiwa itu. Pihaknya juga membantu polisi dalam operasi cipta kondisi guna memberi bantuan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

"Kita juga membantu pihak kepolisian untuk melaksanakan operasi cipta kondisi. Jadi kita tidak ada upaya-upaya lain, kecuali untuk memperbaiki diri ke dalam, dan kita juga memberi bantuan kepada kepolisian," tandasnya. 

1

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in