Ibu Muda Korban Pemerkosaan Diduga Diancam 2 Anggota Polsek Tambusai Utara-Riau 

Nusantaratv.com - 08/12/2021 13:38

Ilustrasi korban pemerkosaan/ist
Ilustrasi korban pemerkosaan/ist

Penulis: Ramses Manurung

Rokan Hulu, Nusantaratv.com-Sungguh miris kejadian yang dialami ibu muda berinisial Z warga Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Diduga Z yang menajdi korban pemerkosaan dan keluarganya diancam oleh dua polisi anggota Polsek Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau lantaran menolak berdamai dengan terduga pelaku. 

Video rekaman peristiwa pengancaman yang diduga dilakukan oleh dua anggota polisi Polsek Tambusai Utara tersebut viral di media sosial. 

Dalam video viral berdurasi 2 menit 30 detik itu terdengar suara dua orang yang diduga anggota Polsek Tambusai Utara. Dua orang diduga polisi itu bicara dengan nada tinggi.

"Kalian sudah dibantu polisi kok kayak gitu balasan kalian. Lain kali kalau ada masalah jangan kalian melapor ke kantor ya," kata orang diduga polisi itu.

Namun wajah dua orang diduga polisi itu tak terlihat jelas. Orang diduga polisi itu kemudian meminta korban dan suaminya datang ke Polsek Tambusai Utara. Jika tidak, mereka diancam akan dijadikan tersangka.

"Kau bawa itu besok, jangan salahkan aku. Ku tunggu kalian besok jam 08.00 WIB, lewat dari jam 10.00 WIB, kubuat kalian tersangkanya," ancam pria itu.

Suami korban, S mengaku heran dirinya diancam. Ia meminta polisi bertindak adil. 

"Bapak ngancam-ngancam awak terus, polisi ngancam awak. Awak korban kok diancam," jawab S.

S mengungkapkan video tersebut direkam oleh istrinya ketika ada dua polisi datang. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi karena dirinya dan istrinya, Z, menolak berdamai dengan terduga pemerkosa.

"Video itu betul, itu waktu kejadian direkam sama orang rumah saya (korban). Itu suara saya, kejadian 21 November," kata S, mengutip detikcom, Rabu (8/12/2021).

S menyebutkan ada dua polisi dalam video yang tersebar luas itu. Dua polisi itu adalah Bripka J dan seorang penyidik S.

Baca juga: Ibu Muda Korban Pemerkosaan di Kabupaten Rohul-Riau Diteror dan Diancam Dibunuh

Sementara itu, Kapolsek Tambusai Utara Iptu Raja Napitupulu mengaku telah melihat video tersebut. Raja mengaku tak tahu siapa orang dalam video tersebut.

"Video yang saya dapat tidak ada wajahnya. Kalau itu kurang tahu kita, kalau tanya Kanit Reskrim, nggak katanya," kata Raja Napitupulu. 

Seperti diberitakan, Z mengaku diperkosa empat pria. Kasus pemerkosaan yang awalnya dilaporkan ke Polsek Tambusai Utara ini telah ditarik penanganannya oleh Polres Rokan Hulu.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Wimpiyanto mengatakan Z awalnya melaporkan kasus dugaan pemerkosaan ini Polsek Tambusai Utara pada 2 Oktober. Dalam laporan itu, ada satu orang yang diduga menjadi pelaku, yakni DK.

Polisi kemudian menetapkan DK sebagai tersangka dan menahan yang bersangkutan. Perkara itu telah dilimpahkan ke kejaksaan.

Namun berkas dikembalikan karena dinilai belum lengkap. Jaksa meminta polisi melengkapi keterangan dari korban, salah satunya apakah ada perlawanan atau tidak.

"Saat dilakukan pemeriksaan tambahan untuk melengkapi berkas, korban bilang ada pelaku lain. Lalu apakah benar pelaku satu orang atau empat orang karena dari awal laporan hanya satu pelaku," ujarnya.

Polres Rokan Hulu kemudian mengambil alih kasus dugaan pemerkosaan. Korban kemudian membuat laporan baru terhadap tiga terduga pelaku lain, yakni AT, ML, dan ZM alias J pada Senin (6/12).

Ditangani Propam Polda Riau

Terkait dugaan pengancaman oleh dua anggota Polsek Tambusai Utara kepada korban dan keluarganya, Kapolres Rokan Hulu (Rohul) AKBP Wimpiyanto menegaskan bakal mengusut tuntas dugaan pengancaman tersebut.

"Intinya betul ada video itu. Saya tanyakan ke anggota dan kita akan pastikan proses," kata Wimpiyanto, Rabu (8/12/2021).

Wimpiyanto menyerahkan penelusuran kasus ini ke Propam Polda Riau. Menurutnya, semua pihak yang diduga terlibat bakal diperiksa.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in