Hendra Kaligis Rasakan Manfaat JKN Saat Jalani Cuci Darah

Hendra Kaligis Rasakan Manfaat JKN Saat Jalani Cuci Darah

Nusantaratv.com - 30 April 2026

Hendra Kaligis, warga Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara menjalani proses cuci darah secara rutin karena merasakan langsung manfaat menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional. ANTARA/HO-BPJS Kesehatan Minahasa. (Antara)
Hendra Kaligis, warga Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara menjalani proses cuci darah secara rutin karena merasakan langsung manfaat menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional. ANTARA/HO-BPJS Kesehatan Minahasa. (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Hendra Kaligis, warga Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, merasakan langsung manfaat program BPJS Kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam menjalani pengobatan penyakit ginjal kronis yang dideritanya.

Program ini dinilai menjadi penopang penting bagi pasien yang membutuhkan perawatan jangka panjang seperti hemodialisis atau cuci darah.

“Kehadiran JKN ini tidak hanya memberikan akses layanan kesehatan, tetapi juga menjadi penopang bagi pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan jangka panjang,” ujar Hendra di Minahasa, Selasa 28 April 2026.

Ia menceritakan bahwa gejala awal penyakitnya mulai dirasakan sejak akhir 2018, ditandai dengan kondisi tubuh yang menurun drastis, sering muntah, lemas, wajah pucat, sulit tidur, serta tekanan darah yang terus meningkat.

Awalnya, Hendra mengira keluhan tersebut hanya kelelahan biasa.

Namun setelah menjalani pemeriksaan medis, hasilnya menunjukkan adanya gangguan serius pada ginjal.

“Awalnya saya pikir hanya kelelahan biasa, tapi setelah diperiksa ternyata hasilnya cukup mengejutkan,” ungkapnya.

Kadar kreatinin dalam darahnya tercatat mencapai angka 4, jauh di atas batas normal, yang mengindikasikan penurunan fungsi ginjal akibat berbagai faktor seperti hipertensi, asam urat, serta tingginya kolesterol dan trigliserida.

Meski telah menjalani pengobatan intensif selama hampir tiga tahun, kondisi kesehatannya tidak mengalami perbaikan signifikan.

Dokter akhirnya merekomendasikan tindakan hemodialisis secara rutin.

Proses ini harus dijalani dua kali dalam seminggu atau sekitar delapan kali dalam sebulan, dengan biaya sekitar Rp1,3 juta per tindakan, belum termasuk obat-obatan dan konsultasi lanjutan.

Di tengah besarnya kebutuhan biaya tersebut, Hendra mengaku sangat terbantu dengan keikutsertaannya sebagai peserta aktif JKN.

Seluruh biaya pengobatan dapat ditanggung sehingga ia bisa fokus pada pemulihan kesehatan.

“Kalau tidak ada JKN, mungkin saya sudah kesulitan untuk melanjutkan pengobatan. Biayanya sangat besar dan tidak mungkin saya tanggung sendiri,”katanya, dikutip dari Antara.

Program JKN yang dijalankan BPJS Kesehatan mengedepankan prinsip gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu peserta yang sakit.

Hendra menilai manfaat ini sangat nyata dalam kehidupannya.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk menjaga keaktifan kepesertaan JKN agar tetap terlindungi dari risiko kesehatan yang tidak terduga.

“Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang. Jadi lebih baik kita siap dari sekarang dengan memastikan JKN tetap aktif,”pesannya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close