Baim Wong, Kakek Suhud Vs Eksploitasi Rasa Iba

Nusantaratv.com - 17/10/2021 16:33

Kakek Suhud (kiri) dan Baim Wong/ist
Kakek Suhud (kiri) dan Baim Wong/ist

Penulis: Ramses Rianto Manurung

Jakarta, Nusanataratv.com-Baim Wong youtuber kondang yang dikenal dengan konten-kontennya yang suka bagi-bagi duit ke orang-orang yang secara materi kurang beruntung, baru-baru ini kesandung masalah besar.

Suami dari model Paula Verhoeven ini dihujat habis-habisan oleh netizen lantaran ulahnya yang dinilai tidak beradab karena memarahi seorang kakek tua di muka umum dan mempostingnya ke media sosial. Dalam video yang viral itu terlihat Baim dengan nada kasar menegur sang kakek karena terus-terusan menguntitnya.

"Bapak kenapa ngejar-ngejar saya terus. Mau minta uang! Mau ngemis!" hardik Baim.

"Saya mau menawarkan dagangan saya," jawab sang kakek dengan wajah setengah takut dan suara yang samar.

"Engga bisa begitu Pak. Jangan minta-minta. Saya tidak suka kalau begitu caranya," timpal Baim dengan nada tinggi penuh emosi.

Baim yang terlihat sangat terganggu dengan ulah kakek itu meminta-minta sampai ngejar-ngejar dirinya kemudian berjalan menghampiri sejumlah pengemudi ojek online yang sedang mangkal di lokasi kejadian. Baim kemudian merogoh kantongnya dan membagi-bagikan uang kepada para pengemudi ojol yang ada di situ sambil ngomong....

""Kaya mereka nih kerja, kerja. Engga minta-minta," teriak Baim sambil sesekali menoleh ke arah sang kakek yang masih terpaku di jok motornya.

Merasa tidak nyaman dengan aksi Baim yang terkesan mempermalukan dirinya, sang kakek hanya diam membisu di atas jok motornya dengan raut wajah sedih. Tak ingin drama pelecehan yang dialaminya berlanjut makin menyakitkan sang kakek pun kemudian pergi dari lokasi kejadian.

Tak lama kemudian netizen langsung bereaksi terhadap ulah Baim yang dinilai sangat tidak sopan dan tidak beradab karena memarahi kakek tua dengan kata-kata yang terkesan merendahkan di muka umum dan mempostingnya ke media sosial.

Sebagai bentuk kemarahan kepada Baim, ratusan ribu subscribernya langsung angkat kaki alias unsubscribe dari channel YouTube Baim. Berlanjut dengan aksi unfollow di akun Instagram Baim.

Video klarifikasi yang dibuat Baim justru semakin membuat netizen 'terbakar' emosinya. Pasalnya, Baim terang-terangan menyatakan tidak menyesal dengan apa yang sudah diperbuatnya kepada kakek tua itu.

'Seksinya' kasus Baim sontak menggoda para tokoh, selebriti dan youtuber lainnya untuk memanfaatkan momen. Dengan segala motivasi dan kepentingannya mereka berbondong-bondong mengomentari ulah Baim ke sang kakek yang belakangan diketahui bernama Suhud.

Nama-nama yang ikut nimbrung dalam kasus Baim vs Kakek Suhud bukan kaleng-kaleng. Mulai dari dr Tirta, pegiat sosial Rudy S Kamri sampai artis kontroversial Nikita Mirzani dan lainnya. Bahkan Nikita sampai mengundang kakek Suhud untuk acara bincang-bincang di salah satu YouTube channel yang dipandunya. Nikita yang diketahui kurang baik hubungannya dgn Baim bahkan terkesan mempengaruhi kakek Suhud untuk memperkarakan Baim secara hukum.

Meski sebagian besar menghujat Baim namun tetap saja ada netizen yang pro. Yang berpihak ke Baim membelanya habis-habisan dan sebaliknya yang anti-Baim menyerangnya mati-matian.

Baca juga: Kasus Baim Wong dan Kakek Suhud Berujung Damai

Sebenarnya bukan baru kali ini Baim menghardik secara keras orang-orang mendatanginya dengan tujuan meminta uang. Tapi kali ini Baim harus merasakan konsekuensi dari ulahnya.

Bukan bermaksud membela Baim. Sampai batas tertentu sesungguhnya apa yang dilakukan Baim masih bisa ditolerir.

"Saya tidak suka orang memanfaatkan kelemahannya untuk meminta-minta. Saya memberi sesuka hati saya kepada orang-orang yang menurut saya layak saya beri," begitu kira-kira pernyataan Baim saat ditanya di podcast Deddy Corbuzier.

Baim ingin menegaskan tidak mau rasa iba dalam dirinya diperalat atau dieksploitasi oleh orang lain.

Suka atau tidak suka sekarang ini memang banyak peminta-minta atau pengemis yang memanfaatkan rasa iba untuk mendapatkan uang.

Bukan rahasia umum lagi kalau para pengemis itu sengaja mendandani dirinya agar terlihat lusuh dan mengenaskan. Dengan begitu orang-orang akan langsung iba melihat penampilannya dan mau memberi uangnya.

Pengemis dan mengemis sudah jadi profesi dan ladang 'pekerjaan' yang bisa mendatangkan banyak uang.

Peluang ini membuat para pengemis itu  semakin pandai berakting. Bahkan tidak sedikit para pengemis membawa anak bayinya saat mengemis. Agar semakin meyakinkan dan 'menyiksa' rasa iba orang yang melihatnya mereka tak jarang membalut kaki sang bayi dengan kain kasa serta membubuhkan obat merah.  Itu sengaja mereka lakukan untuk menyentuh rasa iba orang lain yang melihatnya. Bukan cuma itu, ada juga pengemis-pengemis yang pura-pura cacat kakinya atau tangannya. Semua itu semata-mata untuk mengeksploitasi rasa iba yang ada di diri setiap orang.

Bayangkan, siapa yang tidak langsung jatuh kasihan dan memberi uang kalau melihat seorang ibu sambil menggendong bayinya meminta-minta di lampu merah saat siang bolong. Setiap orang sontak akan terbius dan merasa sangat 'jahat dan tidak berperikemanusiaan' kalau tidak membantu ibu itu. Begitu juga saat kita melihat seorang pengemis yang cacat kaki dan tangannya (padahal pura-pura cacat). Spontan kita akan merasa kasihan dan langsung memberinya uang.

Dan bagian yang paling menyeramkan adalah eksploitasi rasa iba itu sebagian dikendalikan oleh para mafia jalanan. Para pengemis dan penderma hanyalah korban.  Buat para mafia itu it's about bussiness. Tentang peluang bagaimana mendapatkan uang dengan mengeksploitasi rasa iba. 

Karena itulah, sampai batas tertentu tindakan Baim kepada orang-orang yang ingin mengeksploitasi rasa ibanya bisa dibenar. Hanya saja Baim kebablasan karena mengabaikan UU ITE tentang aktivitas di media sosial dengan memposting video saat dirinya memarahi kakek Suhud. 

Namun seperti kita tahu, sesuai adat ketimuran Baim telah menyadari kesalahannya dan meminta maaf secara langsung kepada kakek Suhud. Drama Baim versus kakek Suhud happy ending. Keduanya sudah saling memaafkan dan berdamai.

Tapi bagaimana dengan fenomena eksploitasi rasa iba yang akan dan terus kita hadapi. Kapan berakhirnya? Biar waktu yang menjawab...... 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in