Nusantaratv.com-Program Abraham Nusantara TV yang dipandu Host Abraham Silaban, bersama jajaran Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin Kapolres Jakarta Barat, Kombes. Pol. Nasriadi
menyusuri kawasan yang dikenal sebagai zona merah peredaran narkotika di Kampung Ambon. Dalam penelusuran tersebut, tim berkesempatan melangkah masuk ke dalam rumah yang diduga kuat milik salah satu bandar narkoba yang telah ditangkap petugas.
Suasana di dalam rumah terduga bandar tersebut tampak terbengkalai dan tak terurus sejak dilakukannya penggerebekan oleh aparat penegak hukum.
Meski penindakan telah berlangsung cukup lama dan pemiliknya sedang menjalani proses hukum, sisa-sisa jejak aktivitas terlarang masih terlihat jelas di beberapa sudut ruangan.
Di dalam rumah tersebut, ditemukan sisa-sisa kristal kecil yang diduga kuat merupakan residu sabu, serta alat isap sederhana berupa pipet atau sedotan yang dirakit menjadi bong.
"Ini adalah salah satu rumah bandar yang hari ini setelah digerebek tidak digunakan lagi. Karena pelakunya sudah kita tangkap dan menjalankan proses hukum, jadi rumah ditinggalkan begini saja," ungkap pihak kepolisian di lokasi penelusuran.
Mengenai penemuan barang bukti di lokasi, Abraham dan kepolisian menunjukkan sisa-sisa alat pemakaian tersebut.
"Kita menemukan ini nih. Tempat simpan sabu ini. Masih ada sisa-sisa semacam kristal-kristal kecil ya di sini. Dan ini salah satu sisa-sisa ini semacam sedotan pipet yang dijadikan ini yang disebut bong itu ya," ujar Abraham.
Abraham menegaskan bahwa penayangan visual ini dilakukan murni sebagai edukasi dan bentuk kewaspadaan bagi masyarakat luas.
"Sekali lagi kami menyampaikan informasi ini tidak untuk menjadi inspirasi, tapi untuk diwaspadai. Tentu saja kita semakin mengetahui informasi, semakin menjauhi bahaya narkoba," tegas Abraham.
Sistem Pengawasan Tim Pantau 24 Jam dan Lapak Bedeng
Selain menyisir rumah bandar, petugas juga membongkar pola operasional jaringan narkoba Kampung Ambon yang sangat terorganisir.
Selama penelusuran, anggota kepolisian tampak disiagakan dengan senjata lengkap untuk mengantisipasi potensi ancaman keamanan
.
Jaringan ini diketahui menempatkan "tim pantau" selama 24 jam penuh di titik-titik pertigaan untuk mengawasi setiap pergerakan orang yang keluar-masuk kawasan tersebut.
"Orang masuk dari Utara, orang masuk dari sebelah Barat mereka akan tahu. Oh ini pembeli, oh ini sebagai warga setempat. Oh ini aparat misalnya seperti itu. Langsung calling sesama mereka," beber Kapolres Jakarta Barat, Kombes. Pol. Nasriadi.
"Sangat terorganisir di sini. Ada penjaga. Ada yang jaga parkir. Ada yang menyiapkan alat untuk narkoba. Ada yang menyiapkan tempat. Ada yang menyiapkan barang," imbuhnya.
Polisi telah merubuhkan pos pantau berbentuk payung yang kerap dipakai jaringan tersebut untuk memantau kedatangan pembeli, warga, hingga aparat penegak hukum.
Tak jauh dari lokasi tersebut, tim menelusuri bedeng-bedeng rakitan yang dikategorikan sebagai lapak non-eksekutif bagi pengguna berkantong tipis.
Di lokasi bedeng yang kini telah diratakan petugas tersebut, masih ditemukan bekas plastik klip pembungkus narkoba.
"Ini contoh yang itu. Semacam bedeng yang mereka buat untuk santai di sini. Tuh masih ada bekasnya nih ketemu lagi nih. Semacam plastiknya ini kita temuin," tunjuk tim penelusur di lokasi bedeng.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh