Wisata Melihat Bangkai Titanic, Di Samudera Atlantik

Tenggelamnya kapal RMS Titanic akibat menabrak gunung es, menjadi sebuah tragedi besar di lautan yang tidak pernah dilupakan dunia. Kisah tenggelamnya kapal Titanic di Samudera Atlantik pada 15 April 1912 itu bahkan diabadikan dalam bentuk film dengan judul yang sama pada tahun 1997. 79 tahun setelah kejadian naas tersebut.
Wisata Melihat Bangkai Titanic, Di Samudera Atlantik
Tenggelamnya kapal Titanic pada 15 April 1921 (ilustrasi)./wowkeren.com

Nusantaratv.com - Tenggelamnya kapal RMS Titanic akibat menabrak gunung es, menjadi sebuah tragedi besar di lautan yang tidak pernah dilupakan dunia. Kisah tenggelamnya kapal Titanic di Samudera Atlantik pada 15 April 1912 itu bahkan diabadikan dalam bentuk film dengan judul yang sama pada tahun 1997. 79 tahun setelah kejadian naas tersebut.

Bagi penggemar sejarah dari kalangan masyarakat sipil --yang bukan peneliti-- mungkin kini bisa berbahagia ketika mendengar kabar bahwa lokasi tenggelamnya RMS Titanic kini dibuka untuk umum.

Namun demikian, para peneliti mengatakan bahwa bangkai kapal Titanic tidak dapat bertahan selamanya. Dalam beberapa dekade ke depan, mungkin tidak ada yang tersisa dari kapal ini. Hal itu disebabkan oleh spesies bakteri yang secara perlahan menggerogoti lambung besi Titanic.

“Tidak ada yang bisa kami lakukan terhadap bakteri pemakan karat yang langka, yang disebut Halomonas titanicae. Fenomena yang belum pernah terlihat ini terjadi pada tahun 1991, ketika sebuah tim peneliti Kanada dan Spanyol mengumpulkan sampel ‘rusticles’, formasi karat seperti es, dari bangkai kapal,” seperti dikabarkan History.com.

Berkarat di kedalaman 3.810 meter (sekitar 12.500 kaki) di lepas pantai Newfoundland, Kanada, Titanic, kapal wisata garapan arsitektur Thomas Andrew yang terkenal paling termasyhur pada zamannya ini, kini sudah mengalami pelapukan parah.

Menurut tim eksplorasi yang berisi para ahli dan ilmuwan, yang datang untuk mempelajari dan merekam sisa-sisa kapal sebagai bahan film dokumenter mengatakan bahwa mereka terkejut karena menyaksikan bangkai kapal Titanic yang terbelah dan terpisah di dua tempat ini mengalami pembusukan.

Untuk itu bagi yang ingin melakukan perjalanan wisata melihat lebih dekat bangkai kapal Titanic mungkin harus segera memesan tiket lebih awal untuk perjalanan wisata tahun depan. Karena slot wisatawan untuk tahun ini sudah habis di-booking dan sudah ludes. Namun pihak OceanGate sebagai pengelola perjalanan wisata sekarang telah mulai menerima aplikasi untuk tahun 2020.

“Tidak ada klien ‘tipikal’. Usia pelanggan kami saat ini berkisar antara 25 hingga 70 tahun. Beberapa memproklamirkan diri sebagai ‘Titaniacs’ yang telah memimpikan kesempatan ini sepanjang hidup mereka, dan beberapa mencari peluang eksplorasi yang langka,” ujar Dana Hall, manajer pemasaran OceanGate.

Siapa saja yang ingin melihat langsung bangkai kapal bersejarah tersebut dan merasakan pengalaman menyelam sedalam 13.000 kaki atau 3.962 meter di bawah permukaan laut, selama 10 hari, di lepas pantai Newfoundland, dikenai biaya US$ 100.000 per orang atau setara dengan Rp 1,4 miliar (US$ 1 = Rp 14.142). Anda berminat? (liputan6.com)