Melihat Desa Pinggan, Desa Yang Damai dan Tenang di Bali

Selain ngarai dan air terjun, Bali pun merupakan rumah dari sederet desa dengan bentukan atmosfer tenang yang disempurnakan bingkai panorama elok tiada dua, Pinggan salah satunya. Terkungkung gunung yang saling ‘bergandeng tangan’, kawasan ini seakan kebalikan mutlak dari Kuta maupun Jimbaran.
Melihat Desa Pinggan, Desa Yang Damai dan Tenang di Bali
Kawasan desa Pinggan di Bali./kitamuda.id

Nusantaratv.com - Selain ngarai dan air terjun, Bali pun merupakan rumah dari sederet desa dengan bentukan atmosfer tenang yang disempurnakan bingkai panorama elok tiada dua, Pinggan salah satunya. Terkungkung gunung yang saling ‘bergandeng tangan’, kawasan ini seakan kebalikan mutlak dari Kuta maupun Jimbaran.


Desa Pinggan – via kitamuda.id

Desa Pinggan terletak di 14 km sebelah timur di Kabupaten Kintamani. Curah hujan sedang, relatif berkabut dengan suhu 23-29 derajat Celcius. Dari desa Pinggan terdapat pemandangan Gunung Batur. Akses mencapai Desa Pinggan bisa ditempuh menggunakan motor atau mobil, dari Denpasar jarak yang ditempuh sekitar 2 jam lebih.


Desa Pinggan – via kintamani.id

Jika hendak menggunakan kendaraan, diwajibkan mengecek gas dan remnya, karena akan melalui medan yang terjal terutama tanjakan dan turunan. Jika ingin melihat pesona kabut, start berangkat pada pukul 00.30 dan akan sampai pada pukul 02.30 pagi.

Pemandangan matahari terbit dengan Desa Pinggan – via balidirections.com

Pagi buta adalah waktu terbaik untuk singgah di Desa Pinggan. Bukan tanpa alasan, atraksi matahari terbit merupakan satu suguhan highlight yang sayang untuk dilewatkan. Cahaya mentari yang berwarna kuning hangat perlahan nampak dari garis gunung, serta bentangan ‘samudra awan’ sungguh indah panoramanya.


Kabut di Desa Pinggan – via kitamuda.id

Melihat bagaimana pemukiman menyeruak dari kabut yang makin siang makin tipis, juga memperhatikan cara Pinggan ‘terbangun’ sanggup membuatmu berpikir pesona Bali tak semata biru laut. Belum lagi berbicara belaian angin sejuk nan dingin. Bukankah itu satu cara sempurna untuk memulai hari?

Pesona kabut di Bukit Pinggan terjadi pukul 04.00 sampai 06.00 kita dapat merasakan suasana pergantian hari. Karena pesonanya, oleh fotografer Desa Pinggan banyak dijadikan  sebagai objek bidikan kamera. Serta, tempat hits untuk pre wedding.


Foto pre-wedding dengan latar belakang daerah desa – via janggawaphoto.blogspot.com

Jika tertarik singgah, sebaiknya pakai pakaian yang cukup tebal lantaran udara dingin hampir pasti terasa di Desa Pinggan. Dengan akses yang sudah bisa dikatakan mudah, tak ada alasan untuk melewatkannya ketika menjelajah Bali. Jadi, segera siapkan perjalananmu!(adventuretravel.co.id)