Uni Eropa Sapkan Sanksi untuk Junta Militer Myanmar

Hingga kini militer Myanmar masih menahan Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint. 

Gelombang protes menentang kudeta bmiliter di Myanmar/ist

Jakarta, Nusantaratv.com-Uni Eropa tengah menyusun strategi untuk menangani kudeta militer di Myanmar. Bahkan mereka menargetkan sejumlah pejabat Myanmar yang diangap bertanggungjawab. 

Para menteri luar negeri Uni Eropa menyerukan  de-eskalasi di Myanmar dengan penghentian keadaan darurat, pemulihan kembali pemerintahan sipil yang sah, dan pembukaan parlemen yang baru dipilih.

"Menanggapi kudeta militer, Uni Eropa siap untuk mengadopsi langkah-langkah pembatasan yang menargetkan mereka yang secara langsung bertanggung jawab. Semua alat lain yang tersedia bagi Uni Eropa dan negara-negara anggotanya akan terus ditinjau," kata para menteri dalam pertemuan di Brussel, Senin (22/2/2021).

Secara umum tindakan yang diberlakukan adalah pembekuan aset dan larangan bepergian ke Eropa.

Baca juga: Militer Myanmar Ancam Pendemo yang Bakal Mogok Massal

Diketahui, militer Myanmar telah melakukan kudeta atau merebut kekuasaan dengan  mencegah persidangan pertama parlemen pada 1 Februari 2021. Junta militer juga menahan pemimpin sipil  Aung San Suu Kyi beserta para pejabat partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Militer Myanmar menyebut tindakan itu sebagai bentuk tanggapan atas kecurangan pemilu yang dimenangkan oleh NLD pada November 2020.

Hingga kini militer Myanmar masih menahan Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint. 

.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK