Turki Akhirnya Bebaskan Petugas Keamanan Konsulat AS yang Jadi Tahanan Rumah

Turki Akhirnya Bebaskan Petugas Keamanan Konsulat AS yang Jadi Tahanan Rumah
Bendera Turki (worldatlas.com)

Istanbul, Nusantaratv.com -Pengadilan Turki pada Selasa memutuskan untuk membebaskan karyawan Konsulat A.S. Nazmi Mete Canturk dari tahanan rumah dengan alasan kesehatan tetapi mengatakan ia tidak bisa meninggalkan negara itu selama persidangannya. 

Canturk, seorang petugas keamanan di Konsulat AS di Istanbul, dan istri serta putrinya dituduh memiliki hubungan dengan jaringan Fethullah Gulen, ulama Muslim yang tinggal di AS yang disalahkan oleh Ankara atas kudeta yang gagal pada 2016. 

Di pengadilan pada hari Selasa, Canturk membantah bahwa ia adalah anggota organisasi Gulen. Tuduhan itu menetapkan dakwaan yang juga mengatakan Canturk melakukan kontak dengan puluhan orang yang sedang diselidiki untuk keanggotaan jaringan Gulen. 

Namun, dia mengatakan dia hanya berbicara dengan pejabat yang perlu dihubungi sesuai kebutuhan pekerjaannya. 

“Orang-orang di kantor ini adalah pejabat publik yang ditunjuk oleh negara. Tidak mungkin bagi saya untuk mengetahui apakah orang-orang ini memiliki catatan kriminal. Tidak ada kewajiban seperti itu di pihak saya,”katanya.

 Canturk mengatakan bahwa selain menderita hipertensi dan diabetes, ia menderita serangan jantung pada 2008 dan perlu memeriksakan diri ke dokter secara teratur. Penahanan rumahnya yang panjang telah memperburuk kesehatannya, katanya.

 "Tindakan ini, yang telah berlangsung selama 17 bulan, telah berubah menjadi hukuman." Mempertimbangkan 17 bulan yang dihabiskannya dalam tahanan rumah dan kesehatannya, pengadilan membebaskannya dari tahanan rumah dan memerintahkannya untuk melapor ke pihak berwenang setempat saat persidangan berlanjut. Tuntutan A.Uffaires AS Jeffrey Hovenier menyambut kepindahan tersebut. 

"Kami terus melihat tidak ada bukti untuk mendukung tuduhan yang diajukan terhadapnya, dan kami mengulangi seruan kami untuk proses ini, serta proses lain yang melibatkan staf kami yang ditahan secara tidak adil, untuk diselesaikan dengan cepat, transparan dan adil," katanya kepada wartawan di luar gedung pengadilan. 

Canturk adalah pekerja konsulat AS ketiga yang diadili dan menghadapi dakwaan keanggotaan organisasi teroris bersenjata. Salah satu dari ketiganya, Hamza Ulucay, dijatuhi hukuman empat setengah tahun penjara atas tuduhan terorisme tetapi dibebaskan pada Januari, dengan pembatasan perjalanan, setelah hampir dua tahun ditahan.

 

 

Sumber : Reuters

Terjemahan : (NTV/Cal)