Respon Iran Soal Mundurnya Penasihat Keamanan AS

Pengunduran diri Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton, kata Iran tidak akan berpengaruh pada pembicaraan antara Washington dan Teheran.
Respon Iran Soal Mundurnya Penasihat Keamanan AS
Presiden Iran, Hassan Rouhani (time magazine)

Teheran, Nusantaratv.com - Pengunduran diri Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih John Bolton, kata Iran tidak akan berpengaruh pada pembicaraan antara Washington dan Teheran.

 Presiden Hassan Rouhani mendesak Amerika Serikat untuk mengakhiri kebijakan tekanan maksimum di negaranya, dan mengatakan Teheran akan memangkas komitmennya pada kesepakatan nuklir tahun 2015 lebih lanjut jika perlu. 

Tahun lalu, Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir, di mana Iran setuju untuk mengekang program atomnya dengan imbalan akses ke perdagangan dunia. 

Washington sejak itu telah memberlakukan apa yang disebut oleh pemerintah sebagai  kebijakan "tekanan maksimum", termasuk sanksi yang ditujukan untuk menghentikan semua ekspor minyak Iran. 

Baca Juga : China Umumkan 16 Produk AS yang Lolos dari Pengecualian Tarif

Iran telah menanggapi dengan serangkaian langkah untuk mengurangi kepatuhannya dengan perjanjian nuklir, meskipun ia mengatakan masih bertujuan untuk mempertahankannya.

 Iran pun merespons kepergian Bolton tidak akan mendorong Teheran untuk melakukan pembicaraan dengan AS.

 Trump telah menyarankan dia akan bersedia untuk melakukan pembicaraan dengan Iran untuk mencapai kesepakatan baru. 

Iran telah lama mengatakan perundingan tidak mungkin kecuali Washington mencabut sanksi terlebih dahulu. 

Bolton, seorang garis keras yang memegang posisi senior dalam pemerintahan George W. Bush, meninggalkan posisinya pada hari Selasa. Trump kemudian mentweet bahwa dia telah memecatnya setelah menolak beberapa nasehatnya. 

Sumber : Reuters 
Terjemahan : (NTV/Cal)