PBB Prihatin Atas Sikap AS yang Batasi Perjalanan Menlu Iran

PBB Prihatin Atas Sikap AS yang Batasi Perjalanan Menlu Iran
United Nations (foto : Guru geografi)

Teheran , Nusantaratv.com -Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan kepada AS bahwa mereka prihatin dengan pembatasan perjalanan yang ketat terhadap Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif selama kunjungannya ke New York minggu ini, kata jurubicara AS Farhan Haq pada Senin (15/7/19) melansir Reuters. 

Akhir bulan lalu Washington mengancam akan memasukkan daftar hitam Zarif, sebuah langkah yang dapat menghambat upaya AS untuk menggunakan diplomasi untuk menyelesaikan ketidaksepakatan dengan Teheran. 

Namun, sebuah sumber melansir Reuters mengatakan bahwa Washington telah memutuskan untuk menunda untuk saat ini.

 Ketegangan lama AS-Iran telah memburuk sejak Presiden AS Donald Trump tahun lalu berhenti dari perjanjian internasional 2015 untuk mengekang program nuklir Iran dengan imbalan bantuan sanksi. 

Haq mengatakan kepada wartawan bahwa sekretariat AS dalam kontak dekat dengan misi permanen Amerika Serikat dan Iran ke AS dan telah menyampaikan keprihatinannya kepada negara tuan rumah.

 Utusan khusus AS untuk Iran, Brian Hook, mengatakan tidak ada pejabat pemerintah AS yang akan bertemu dengan Zarif. 

“Tidak ada saluran belakang saat ini terjadi antara Amerika Serikat dan siapa pun di rezim Iran. Segala sesuatu yang dikatakan sedang dikatakan oleh presiden dan sekretaris negara secara terbuka, "kata Hook kepada Fox News Channel melansir Reuters. 

 Amerika Serikat telah membatasi perjalanan Zarif dengan cara yang sepenuhnya konsisten dengan kewajibannya berdasarkan perjanjian 1947 dengan PBB, kata pejabat Departemen Luar Negeri AS. Pejabat itu menuduh Zarif menggunakan kebebasan A.S. untuk menyebarkan propaganda memfitnah dan mengatakan Zarif adalah juru bicara otokrasi yang menekan kebebasan berbicara.

Meskipun ada pembatasan perjalanan, Zarif melakukan wawancara pada hari Senin dengan BBC di Inggris dan jaringan NBC di kediaman duta besar AS di Iran untuk Upper East Side di Manhattan. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan bahwa semua pertemuan, wawancara, dan pidato Zarif akan dilakukan di PBB, misi Iran, atau kediaman duta besar Iran untuk Iran.

 "Menempatkan pembatasan pada kehadirannya di beberapa jalan di New York tentu tidak akan mempengaruhi jadwal kerjanya," katanya, menurut Kantor Berita Republik Islam.

 Zarif akan menghadiri pertemuan tingkat menteri di PBB tentang tujuan pembangunan berkelanjutan, yang bertujuan untuk mengatasi masalah termasuk konflik, kelaparan, kesetaraan dan perubahan iklim pada tahun 2030. 

Para diplomat Iran, seperti utusan Korea Utara, Suriah dan Kuba, sudah terkurung dalam radius 25 mil dari Columbus Circle di Midtown Manhattan. Di bawah perjanjian kantor pusat 1947 U.N., Amerika Serikat pada umumnya diminta untuk mengizinkan akses ke PBB untuk diplomat asing. 

Tetapi Washington mengatakan dapat menolak visa karena alasan keamanan, terorisme, dan kebijakan luar negeri. 

 

 

Sumber : Reuters 

Terjemahan : (NTV /Cal)