Menteri keuanagan AS Bertemu Putra Mahkota Arab Saudi, Bahas Apa?

Pejabat Senior Amerika Serikat Melakukan Pertemuan Dengan Putra Mahkpota Arab Saudi
Menteri keuanagan AS Bertemu Putra Mahkota Arab Saudi, Bahas Apa?
BBCWors Detik.news

Jakarta, Nusantaratv.com - Pejabat senior AS melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, meskipun muncul keprihatinan tentang keterlibatan Arab Saudi dalam pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi.

Menteri Keuangan Amerika Serikat, Steven Mnuchin bertemu Mohammed bin Salman di Riyadh pada Senin (22/10).

Media pemerintah Saudi melaporkan bahwa menteri keuangan Amerika dan Putra Mahkota sama-sama menekankan pentingnya kemitraan strategis antara kedua negara.

Sebelumnya Presiden Trump mengatakan ia tidak puas dengan penjelasan Saudi terkait dengan kematian Khashoggi.

Minggu lalu, Steven Mnuchin, bersama dengan banyak pejabat dan pengusaha, mengumumkan tidak akan menghadiri konferensi investasi di Riyadh pekan ini sebagai tanggapan atas pembunuhan Khashoggi.

Para pejabat Turki mengatakan Khashoggi dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul setelah dia mengunjunginya pada awal Oktober lalu.

Semula sejumlah pejabat Saudi memberikan berbagai keterangan yang saling bertentangan.

Tetapi belakangan mereka menyebut pembunuhan Khashoggi sebagai "operasi ugal-ugalan", tetapi bukan atas perintah Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan dia akan mengungkapkan "kebenaran apa adanya" terkait pembunuhan Khashoggi di parlemen pada Selasa.

Apa yang diketahui dari pertemuandiRiyadh?

Media pemerintah Saudi melaporkan bahwa menteri keuangan Amerika dan Putra Mahkota sama-sama menekankan pentingnya kemitraan strategis antara kedua negara.

Pertemuan yang digelar di ibukota Saudi itu digelar secara tertutup dan AS sejauh ini belum memberikan penjelasan terkait isi pertemuan tersebut.

Walaupun belum ada penjelasan dari pertemuan itu, Mnuchin - seperti halnya juga sejumlah politisi dan pengusaha Barat lainnya - telah menyatakan tidak akan menghadiri forum investasi yang digelar pekan ini di ibu kota Saudi.

Dan pernyataan terbaru Presiden Donald Trump mengisyaratkan bahwa AS belum memutuskan sikap terkait perkembangan terbaru kasus Khashoggi.

"Saya tidak puas dengan apa yang saya dengar," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Tetapi dia menambahkan: "Saya tidak ingin kehilangan semua investasi yang sudah dibuat di negara kita," mengacu pada kesepakatan pembelian senjata dengan Arab Saudi.

Trump juga mengatakan bahwa dia telah membahas persoalan ini dengan putra mahkota Saudi, yang dianggap sebagai sosok berpengaruh di negara itu.

Otoritas keamanan Saudi mengatakan mereka telah menangkap 18 orang, memecat dua orang pembantu Muhammad bin Salman dan mendirikan semacam badan, di bawah kepemimpinannya, untuk mereformasi badan intelijen menyusul terungkapnya kasus pembunuhan Khashoggi.

Bagaimana Arab Saudi berubah?

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir dalam komentar terbaru mengatakan bahwa pembunuhan itu merupakan "operasi ugal-ugalan".

"Kami bertekad untuk mengetahui semua fakta dan kami bertekad untuk menghukum mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini," katanya.

"Orang-orang yang melakukan aksi pembunuhan ini di luar lingkup otoritas mereka," tambahnya. "Jelas ada kesalahan besar yang dibuat, dan kesalahan itu menjadi bertambah karena ada upaya menutupi."

Dia mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi tidak mengetahui di mana jasad Khashoggi.

Seperti apa alur pembunuhan terjadi?

Jubeir berkeras bahwa tindakan pembunuhan itu tidak diperintahkan oleh putra mahkota.

Tetapi, Yeni Safak, media yang memiliki kedekatan dengan pemerintah Turki, mengatakan, pihaknya memiliki informasi yang menunjukkan bahwa kantor putra mahkota menerima empat panggilan telepon dari konsulat setelah pembunuhan itu.

Kantor berita Reuters melaporkan, hari Minggu lalu, pihaknya telah berbicara dengan seorang pejabat Saudi yang mengatakan Khashoggi tewas akibat dicekik setelah menolak dikembalikan ke Arab Saudi.

Tubuhnya kemudian digulung dalam karpet dan diberikan kepada "operator" lokal untuk dibuang.

Seorang agen intelijen Saudi dilaporkan mengenakan pakaian Khashoggi dan meninggalkan gedung konsulat, ungkap CNN.

Dalam perkembangan lain, polisi Turki menemukan sebuah mobil milik konsulat Saudi yang ditinggalkan di lokasi parkir bawah tanah di Istanbul.

Media Turki juga mengunggah rekaman video yang tampaknya memperlihatkan seorang staf konsulat Saudi di Istanbul membakar dokumen sehari setelah hilangnya Khashoggi.

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0