Algojo Haji Abd al-Nabi, 800 Nyawa Lenyap di Tangannya

Arab Saudi menjadi negara ketiga terbesar dalam hal pelaksanaan hukuman mati, di bawah China dan Korea Utara. Oleh karenanya, Arab Saudi membutuhkan orang-orang yang mampu melaksanakan hukuman mati, yang siap secara batin dan lahir. Hukuman pancung menggunakan pedang adalah teknis yang sah digunakan dalam tata hukum di negara ini.
Algojo Haji Abd al-Nabi, 800 Nyawa Lenyap di Tangannya
Haji Abd al-Nabi (algojo asal Mesir), telah lenyapkan 800 nyawa lewat pedangnya./today.line.me

Nusantaratv.com - Arab Saudi menjadi negara ketiga terbesar dalam hal pelaksanaan hukuman mati, di bawah China dan  Korea Utara. Oleh karenanya, Arab Saudi membutuhkan orang-orang yang mampu melaksanakan hukuman mati, yang siap secara batin dan lahir. Hukuman pancung menggunakan pedang adalah teknis yang sah digunakan dalam tata hukum di negara ini.

Setidaknya dibutuhkan kualifikasi khusus bagi calon Algojo yang ingin masuk ke dalam lembaga hukum Arab Saudi. Tugas utamanya adalah melaksanakan hukuman mati dan amputasi pada pelaku kejahatan yang lebih kecil. Pastinya si pelamar harus siap secara lahir dan bathin memenggal leher mereka yang bersalah. Bagi yang takut darah enggak masuk hitungan ya. 

BACA JUGA : 18 Tahun Serangan WTC, Ini Pengakuan Dalang Serangan Gedung WTC

Lantas, apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata ‘algojo’? tukang jagal dan orang yang memancung kepala si pelaku bersalah tentunya ya. Algojo mungkin merupakan pekerjaan yang tak banyak diminati oleh orang. Di samping profesi ini hanya ada dan berlaku di daerah yang menerapkan hukum syariat, algojo juga dipandang tak berperasaan dalam merenggut nyawa seseorang. Bahkan ada yang menanyakan, apakah aljogo hukumnya sama dengan pembunuhan?

Dari berbagai negara yang ada di dunia, profesi algojo paling banyak ditemukan di Saudi Arabia. Setiap terdakwa bersalah yang dinilai dosanya tak lagi bisa diampuni, mereka akan berakhir di ujung pedang dan dipancung.

1 / 3
Selanjutnya