Konflik Serangan Udara Pasukan Koalisi AS di Suriah

Serangan udara oleh pasukan koalisi pimpinan-AS di Suriah telah membunuh atau melukai banyak warga sipil.
Konflik Serangan Udara Pasukan Koalisi AS di Suriah
Bendera Suriah (Wikipedia)

Suriah, Nusantaratv.com - Serangan udara oleh pasukan koalisi pimpinan-AS di Suriah telah membunuh atau melukai banyak warga sipil. Menunjukkan bahwa tindakan pencegahan yang diperlukan diabaikan dan kejahatan perang mungkin telah dilakukan. 

 Pemerintah Suriah dan pesawat tempur sekutu Rusia juga melakukan kampanye mematikan yang tampaknya menargetkan fasilitas medis, sekolah, pasar, dan tanah pertanian yang juga bisa dianggap sebagai kejahatan perang.

 Para penyelidik PBB juga menuduh Hayat Tahrir al-Sham, aliansi jihadis yang sebelumnya dikenal sebagai Front Nusra yang merupakan kelompok bersenjata dominan di Idlib, menembakkan roket tanpa pandang bulu dan membunuh warga sipil.

 Perang delapan tahun telah merenggut nyawa ratusan ribu dan memaksa 13 juta orang dari rumah mereka, setengah dari mereka telah meninggalkan tanah air mereka yang hancur. 

Baca Juga  :Iran Kecam Plot AS - Israel Untuk Beri Tekanan Pengawas Nuklir AS

Didukung oleh kekuatan udara koalisi yang dipimpin AS dalam perjuangan untuk menggulingkan Negara Islam, Pasukan Demokrat Suriah, yang termasuk pejuang Kurdi, merebut kembali markas besar terakhir kelompok Hajin di Suriah timur pada akhir Desember. 

Penggerebekan malam oleh pasukan SDF yang didukung oleh helikopter tempur koalisi membunuh dan melukai warga sipil di Shahil dan bagian lain dari provinsi Deir al-Zor, dalam pelanggaran nyata lebih lanjut terhadap hukum internasional. 


Sumber : Reuters 
Terjemahan : (NTV/Cal)