Iran Pamer Sistem Pertahanan Rudal Jarak Jauh Di Tengah Ketegangan dengan AS

Sebelumnya, Iran menembak jatuh pesawat pengintai militer A.S. di Teluk dengan rudal darat-ke-udara pada Juni. Dikatakan pesawat tak berawak itu berada di atas wilayahnya, tetapi Amerika Serikat mengatakan pesawat itu berada di wilayah udara internasional.
Iran Pamer Sistem Pertahanan Rudal Jarak Jauh Di Tengah Ketegangan dengan AS
Iran (foto : social project)

Teheran, Nusantaratv.com - Iran menunjukkan apa yang digambarkannya sebagai sistem pertahanan udara rudal darat jarak jauh yang dibangun di dalam negeri pada saat meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat pada hari Kamis (22/8/19).

Sebelumnya, Iran menembak jatuh pesawat pengintai militer A.S. di Teluk dengan rudal darat-ke-udara pada Juni. Dikatakan pesawat tak berawak itu berada di atas wilayahnya, tetapi Amerika Serikat mengatakan pesawat itu berada di wilayah udara internasional.

Televisi pemerintah memperlihatkan Presiden Hassan Rouhani menghadiri upacara pembukaan sistem ponsel Bavar-373, yang oleh media Iran digambarkan sebagai pesaing sistem rudal S-300 Rusia.

"Dengan sistem pertahanan udara jarak jauh ini, kami dapat mendeteksi target atau pesawat di lebih dari 300 km (190 mil), menguncinya sekitar 250 km, dan menghancurkannya pada 200 km," Menteri Pertahanan Amir Hatami mengatakan seperti dilansir Reuters. 

Analis militer Barat mengatakan Iran sering membesar-besarkan kemampuan senjatanya, meskipun kekhawatiran tentang program rudal balistik jangka panjangnya memberikan kontribusi ke Washington tahun lalu meninggalkan pakta yang disegel Iran dengan kekuatan dunia pada 2015 untuk mengendalikan ambisi nuklirnya dengan imbalan pelonggaran ekonomi sanksi.

Pada hari Selasa, Sekretaris Negara AS Mike Pompeo memperingatkan pada pertemuan Dewan Keamanan AS bahwa, di bawah kesepakatan nuklir Iran, embargo senjata PBB terhadap Iran akan berakhir pada Oktober 2020.

 

Sumber : Reuters

Terjemahan : (NTV /Cal)