Terobosan Penanganan Covid-19, Pakar: Bila Perlu Lockdown Nasional

Di samping itu kita berharap pemerintah memiliki keberanian untuk mengukur kalau suatu waktu dipilih kebijakan yang cukup berani misalnya PSBB Nasional atau bahkan...

 

Sistem kesehatan Indonesia nyaris kolap akibat pandemi covid-19. Ini terjadi akibat lonjakan penambahan kasus baru yang sangat tinggi setiap harinya. Dikhawatirkan layanan kesehatan akan benar-benar ambruk jika penyebaran penularan cobvid-19 tidak bisa diantisipasi secara maksimal.

Topik ini menjadi pembahasan Host Tasya Felder bersama narasumber dr Hermawan Saputra SKM MARS Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dalam Dialog Nusantara Petang yang disiarkan NusantaraTV, Rabu (3/2/2021). 
 
Tingkat ketersediaan kamar di rumah sakit rujukan covid-19 semakin menipis akibat semakin melonjaknya kasus covid-19. Dari Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia apa yang dilakukan untuk mengurangi kasus covid-19 ini?

Jadi kita sudah 11 bulan dilanda pandemi covid-19. Tentu bukan pekerjaan yang mudah ketika angka sudah menembus 1 juta kasus. Bahkan sekarang kasus aktifnya itu sekitar 200-an ribu. Di mana kaspasitas-kapasitas fasilitas perawatan mulai dari rumah sakit, ruang isolasi mandiri pun sudah over capacity. 

Oleh karena itu, tidak bisa lagi sekadar imbauan. Tetapi harus diikuti dengan kebijakan-kebijakan yang luar biasa adanya yakni affirmativ policy untuk pengendalian covid-19. 

Jadi kalau selama ini kita ada kampanye 3M atau 5M yang sudah biasa. Maka sekarang harus ada upaya-upaya di hulu yang sifatnya kebijakan dan rekayasa komunitas sebagai upaya melandaikan kasus di rumah sakit. 

Di sisi lain testing, tracing dan threatmen itu tetap menjadi fokus utama kita. Karena kalau kita cepat melakukan deteksi, cepat menemukan kasus, cepat merawat dan cepat memulihkan tentu angka kematian yang terlampau tinggi dan besar bisa dihindari. Ini yang menjadi perhatian kita ke depan. 

Di samping itu kita berharap pemerintah memiliki keberanian untuk mengukur kalau suatu waktu dipilih kebijakan yang cukup berani misalnya PSBB Nasional atau bahkan lockdown masuk dalam opsi pemerintah. Karena ketika kita bicara pemutusan mata rantai kasus di tengah massifnya transmission saat ini memang akan sangat terbuka pilihan ini. Tetapi tentu saja tidak mendadak melainkan terukur dan dipersiapkan dengan baik. 

Saat ini meskipun sudah dilakukan 3M atau 5M masih kurang maksimal hasilnya. Kira-kira selama ini bagaimana analisa anda?

Ada kejenuhan di dalam masyarakat terkait dengan perilaku. Semua orang sudah jenuh. Tinggal bagaimana kesadaran, kesabaran dan daya tahan lah yang membedakan. 

Perbedaan latar belakang pendidikan, tingkat ekonomi memang menyebabkan perbedaan tingkat kepatuhan kedisiplinan di tengah masyarakat. Ini yang membuat pandemi covid-19 ini sulit sekali kita lewati dengan mengandalkan kedisiplinan atau perilaku. Maka tidak sekadar perilaku. Rekayasa kebijakan, rekayasa manajemen lingkungan, rekayasa kesehatan di lingkungan perkantoran industri harus terus dilakukan sebagai upaya terpadu dalam penanganan dan pengendalian covid-19. 

Pemerintah sesungguhnya sudah melakukan upaya-upaya yang luar biasa kerja keras kerja yang cukup panjang selama hampir satu tahun ini. Tetapi memang ada yang harus dibenahi dalam upaya penyelidikan epidemiologi. Proses testing dan testing kita yang selama ini lebih kepada prasyarat mobilitas dengan adanya filterisasi di bandara stasiun dan terminal sekarang harus ada di sentra-sentra pelayanan yang memang diperuntukan untuk orang-orang yang memang beresiko. 

Agar yang selama ini tidak tepat dikembalikan ke rel epidemiologi dengan juga peningkatan kapasitas testing tracing dan threatment.

Kita tahu saat ini muncul varian baru dari covid-19 sejauh ini belum diketahui apakah sudah masuk ke Indonesia atau belum. Ini belum terdeteksi karena kekurangan di proses testing dan tracing, penelitian atau memang belum ada?

Memang temuan kasus dengan hasil mutasi tidak bisa dengan cara biasa. Tetapi harus dengan cara  genom sequencing dan para ahli lah yang ada di laboratorium orang-orang dengan kepakaran biomolekular kepakaran virologis lah yang bisa melakukan itu. Jadi kemungkinan di Indonesia memang ada kemungkinan terjadi undetected atau unreported. Kalaupun ini terjadi di Indonesia maka sesungguhnya bukan pada virulensinya. Virulensi menyangkut kecepatan penularan. Sehingga misalnya yang dari Inggris itu dengan tipe B117 yang sudah masuk ke seluruh wilayah Eropa mudah-mudahan tidak ada di Indonesia. Tetapi kalau pun ada sesungguhnya kita problem pada kapasitas deteksi karena keterbatasan sumber daya juga. 

Kembali ke topik, ada krisis di ruang-ruang perawatan rumah sakit sebenarnya bagaimana kondisinya?

Hampir semua wilayah di Jabodetabek rata-rata sudah over capacity rata-rata di atas 80 persen. Per hari ini DKI Jakarta sekitar 82 persen kapasitas. Dalam situasi normal 82 persen ini sudah menyentuh titik atas. Karena occupancy rate atau bed occupancy rata-rata pemakaian tempat tidur idealnya 65 sampai 85 persen. Tetapi kalau sudah lebih dari 80 persen bahkan menurut WHO kalau dalam keadaan wabah/pandemi lebih dari 60 persen over capacity jadi kalau lebih dari 80 persen bisa dikatakan stagnan. Apalagi untuk kebutuhan ruang intensive care dan ruang isolasi. 

Ini karena perawatannya yang belum tercukupi atau karena penambahannya yang terlalu cepat?

Memang ada dua, penambahan yang terlalu cepat angka insidency kita akumulatif nasional rata-rata selama dua pekan ini sekitar 12-13 ribu kasus. Kalau dari 12 ribu kasus saja kemungkinan ada 3000 kasus yang harus dirawat di rumah sakit. Atau 20-30 persennya. 

Yang kedua yang disebut clinical effectiveness atau efektivitas perawatan dalam penanganan covid-19 ini idealnya 14 hari pasien dirawat di rumah sakit paling. Tapi kalau ada orang dirawat sampai 3 minggu apalagi lebih dari satu bulan menunjukan adanya proses standarisasi yang belum firm dalam penanganan covid-19  

Nusantara Petang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 17.30 hanya di Nusantara TV  


 

Login dengan
LIVE TV & NETWORK