Demi Keamanan Siber, Australia Habiskan Rp13,3 Triliun

Agen Intelijen Australia Secara Diam-Diam Nyatakan Cina Bertanggung Jawab Atas Serangan Siber.
Adiantoro - Teknologi,Selasa, 30-06-2020 15:45 WIB
Demi Keamanan Siber, Australia Habiskan Rp13,3 Triliun
Ilustrasi bendera Australia. (CNN Indonesia)

Jakarta, Nusantaratv.com - Australia menghabiskan dana 1,35 miliar dolar Australia atau sekitar Rp13,3 triliun selama 10 tahun ke depan untuk meningkatkan pertahanan keamanan siber negara itu.

Hal itu dikatakan Perdana Menteri (PM) Scott Morrison pada Selasa (30/6/2020), ketika negara itu berupaya memerangi gelombang serangan akhir-akhir ini.

Dilansir dari Reuters, Selasa (30/6/2020), pengumuman ini muncul hanya beberapa pekan setelah Australia mengatakan 'aktor berbasis negara yang canggih' telah menyerang semua sektor pemerintahan, badan politik, penyedia layanan penting dan operator infrastruktur kritis.

Kendati Australia menolak untuk mengatakan siapa yang diyakini bertanggung jawab atas serangan itu, namun ada tiga sumber yang menjelaskan jika negara itu percaya Cina yang bertanggung jawab.

Prioritas utama pemerintah federal adalah melindungi ekonomi, keamanan, dan kedaulatan negara kita. Aktivitas siber berbahaya merusak itu - kata Morrison dalam sebuah pernyataan.

Dana yang digelontorkan Negeri Kanguru itu mencakup 470 juta dolar Australia atau sekitar Rp4,6 triliun untuk menyewa 500 pakar keamanan tambahan di Australian Signals Directorate sebagai badan intelijen siber negara.

Pendanaan tersebut merupakan bagian dari investasi senilai 15 miliar dolar Australia dalam kemampuan perang siber. Menteri Pertahanan Australia Linda Reynolds mengatakan, rencana yang dipercepat setelah serangan elektronik terhadap parlemen Australia dan tiga partai politik terbesar pada 2019.

Australia tidak pernah secara terbuka mengungkapkan siapa yang bertanggung jawab atas peretasan yang terjadi hanya beberapa bulan sebelum pemilihan. Tapi Reuters melaporkan akhir tahun lalu, jika agen-agen intelijen Australia secara diam-diam menyatakan Cina bertanggung jawab atas serangan siber itu.


 

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0