Sentimen Anti-Cina, India Blokir TikTok dan WeChat

Sentimen Anti-Cina Telah Lama Membara di India Karena Tuduhan Impor Murah Membanjiri Negara Itu.
Adiantoro - Teknologi,Selasa, 30-06-2020 09:08 WIB
Sentimen Anti-Cina, India Blokir TikTok dan WeChat
Aplikasi TikTok. (Istimewa)

Jakarta, Nusantaratv.com - Pemerintah India memblokir 59 aplikasi yang sebagian besar merupakan aplikasi seluler asal Cina, termasuk TikTok (Bytedance) dan WeChat (Tencent).

Dilansir dari Reuters, Selasa (30/6/2020), langkah tegas memboikot Cina dari ruang online ini sejak sengketa perbatasan meletus antara kedua negara pada bulan ini.

Kementerian teknologi India mengeluarkan perintah yang menyatakan aplikasi itu merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum.

Mengikuti pesanan itu, Google dan Apple harus menghapus aplikasi-aplikasi tersebut dari toko Android dan iOS. Langkah itu dilakukan setelah bentrokan perbatasan antara kedua negara di daerah Himalaya pada awal bulan ini yang mengakibatkan 20 tentara India tewas.

Larangan itu diharapkan menjadi batu sandungan besar bagi perusahaan-perusahaan Cina seperti Bytedance di India, yang merupakan salah satu pasar layanan web terbesar di dunia.

Bytedance yang berkantor pusat di Beijing memiliki rencana untuk menginvestasikan 1 miliar dolar AS (Amerika Serikat) di India, membuka pusat data lokal, dan baru-baru ini meningkatkan perekrutan di negara tersebut.

Menurut perusahaan analisis aplikasi Sensor Tower pada April, India adalah pendorong terbesar instalasi aplikasi TikTok, terhitung 611 juta unduhan, atau 30,3 persen dari total jumlah unduhan.

Aplikasi lainnya yang juga telah diblokir, yakni WeChat, yang telah diunduh lebih dari 100 juta kali di Android, UC Browser (Alibaba) dan dua aplikasi Xiaomi.

Google mengatakan masih menunggu perintah pemerintah India, sementara Apple tidak menanggapi permintaan komentar mengani hal ini. Begitu pula dengan Bytedance.

Ini adalah langkah tercepat dan paling kuat yang bisa diambil pemerintah untuk memberikan tekanan ekonomi pada perusahaan-perusahaan Cina - kata Santosh Pai, dari firma hukum India Link Legal, yang menjadi konsultan beberapa perusahaan Cina.

Sentimen anti-Cina telah lama membara di India karena tuduhan impor murah membanjiri negara itu, namun bentrokan di perbatasan telah membawa ketegangan makin memuncak dengan seruan untuk memboikot produk-produk Cina.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bea cukai India di pelabuhan sejak pekan lalu menahan peti kemas yang datang dari Cina, termasuk produk Apple, Cisco dan Dell.

Reaksi Kamu dengan Artikel ini

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0