Nusantaratv.com - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkapkan bahwa kebutuhan internet Indonesia berkisar antara 600 Giga bit persekon (Gbps) hingga 1 Tera bit persekon (Tbps).
Kepala Divisi Satelit BAKTI Kominfo, Sri Sanggrama Aradea, menjelaskan bahwa kurang lebih tiga sampai empat satelit diperlukan untuk mencapai kebutuhan ini.
Di samping itu, BAKTI Kominfo juga tengah mempersiapkan peluncuran Hot Backup Satellite (HBS) dengan kapasitas internet yang akan diberikan yaitu sebesar 80 Gbps.
Selanjutnya, dalam peta jalan pembangunan infrastruktur BAKTI Kominfo di 2024 akan ada pembangunan satelit geostasioner kembar atau twin satellite bernama SATRIA-2 yang terdiri atas SATRIA-2A dan SATRIA-2B dengan kapasitas total 300 Gbps.
Jika ditotal, maka kapasitas tersebut berjumlah 530 Gbps dan berarti masih belum bisa memenuhi kebutuhan internet di Indonesia yang mencapai 600 Gbps.
Maka dari itu, Aradea membutuhkan satu atau dua satria lainnya demi mencapai kebutuhan 600 Gbps-1 Tbps tersebut.
“Mungkin kita butuh sampai SATRIA-4 ya kurang lebih,” kata Aradea, seperti di Kutip dari ANTARA.
Harapannya dengan kehadiran satelit hingga SATRIA-4, masyarakat Indonesia tidak lagi kesulitan mendapatkan akses internet dan kesenjangan digital dapat diatasi.
Seluruh kapasitas satelit itu nantinya melengkapi jaringan internet yang juga disediakan lewat jaringan fiber-link yaitu jaringan fiber optic serta microwave link dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan lewat BTS.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh