SpaceX Elon Musk Minta Lahan Peluncuran Pesawat Kecepatan Tinggi di Ibu Kota Baru RI

Nusantaratv.com - 13/01/2022 18:29

Roket SpaceX. (Net)
Roket SpaceX. (Net)

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengungkapkan SpaceX, perusahaan penerbangan luar angkasa asal AS, meminta agar ibu kota baru menyediakan tempat peluncuran pesawat terbang berkecepatan tinggi. Ibu Kota Negara (IKN) rencananya terletak di wilayah Kalimantan Timur.

"Ketua Pansus (IKN) sudah datang ke SpaceX di Los Angeles, AS. Di sana mereka meminta Indonesia salah satu titiknya di IKN untuk tempat peluncuran pesawat terbang dengan kecepatan luar biasa," ujau Suharso dalam Rapat Kerja DPR RI dengan pemerintah, Kamis (13/1/2022).

Di samping di ibu kota baru, lanjut Suharso, perusahaan besutan miliarder Elon Musk tersebut juga meminta Pulau Biak di Provinsi Papua menjadi tempat landasan pesawat terbang kecepatan tinggi.

Ia menyebut permintaan tersebut dilayangkan lantaran lokasi ibu kota yang tepat berada di garis ekuatorial atau khatulistiwa. "Mereka melihat bahwa kekayaan khatulistiwa salah satunya adalah untuk peluncuran itu," jelasnya.

Dengan meletakkan landasan pesawat terbang tersebut, Suharso mengklaim penerbangan dari Indonesia menuju AS hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam.

"Jadi dari Indonesia ke AS mungkin cuma satu jam setengah atau dua jam, tapi mudah-mudahan tidak mampir ke kutub utara, karena itu dianggap sangat mungkin dan dari situ muncul bandara yang membawanya ke Singapura dan wilayah Asia lainnya," ucapnya.

Sebelumnya, wacana pembangunan lokasi peluncuran roket SpaceX bergema awal tahun lalu. Lokasi peluncuran akan dibangun di Desa Saukobye, Kabupaten Biak Numfor, Papua, dengan lahan seluas 1 juta meter persegi.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), yang saat ini dilebur ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menyampaikan pembangunan bandara antariksa SpaceX masih dalam tahap pembahasan awal.

Bandara antariksa tersebut dikabarkan telah masuk ke dalam draft Rencana Induk Penyelenggaraan Keantariksaan 2016-2040.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in