Samsung Operasikan Lini Manufaktur Chip Tercanggih di Korsel

Nusantaratv.com - 08/09/2022 11:18

Kampus Samsung di Pyeongtaek, Korea Selatan. (Yonhap)
Kampus Samsung di Pyeongtaek, Korea Selatan. (Yonhap)

Penulis: Tri Budi Purnomo

Nusantaratv.com - Samsung Electronics Co., mengatakan pihaknya telah memulai pengoperasian lini manufaktur chip terbesar dan tercanggih barunya di Korea Selatan (Korsel).

Lini produksi baru (P3) di Pyeongtaek, fasilitas manufaktur chip terbesar yang pernah dibangun hingga saat ini oleh Samsung, telah memulai produksi flash NAND canggih sejak Juli.

"Kampus Pyeongtaek dengan cepat muncul sebagai pusat manufaktur utama Samsung untuk semikonduktor mutakhir mulai dari DRAM 14-nanometer (nm) terkecil di dunia dan V-NAND terdepan hingga solusi logika sub-5nm," ujar CEO dan Presiden Divisi Solusi Perangkat Samsung, Kyung Kye-hyun, dikutip dari Yonhap, Kamis (8/9/2022).

Lini P3 dilengkapi dengan mesin litografi ekstrim ultraviolet (EUV) ASML dari produsen peralatan chip Belanda, yang sangat penting untuk membuat chip canggih. Samsung, yang merupakan produsen chip memori terbesar di dunia itu, mengatakan telah memulai pekerjaan dasar untuk lini manufaktur lain, P4, di kampus Pyeongtaek.

Rumah bagi 60.000 karyawan, kampus Pyeongtaek hampir seukuran kampus Giheung yang memiliki luas 1,45 juta meter persegi dan gabungan kampus Hwaseong dengan luas 1,6 juta meter persegi, menurut Samsung.

Pada Mei, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengunjungi kampus Pyeongtaek, di mana dia menekankan pentingnya semikonduktor dan kerjasama yang erat di bidang teknologi antara Korsel dan AS.

Samsung memiliki lima operasi semikonduktor di Korsel, yakni Giheung, Hwaseong, Pyeongtaek, Onyang dan Cheonan, serta empat lokasi manufaktur di AS dan China, yakni Austin, Suzhou, Tianjin dan Xi'an. Saat ini, Samsung sedang membangun pabrik senilai US$17 miliar di Austin, Texas, AS.

Pada konferensi pers, Kyung mengatakan industri chip telah memasuki siklus turun dan menghadapi berbagai tantangan, karena ekonomi global telah melambat dan bisnis memperketat pengeluaran mereka.

"Saya tidak melihat momentum yang baik di babak kedua dan memasuki tahun depan, tetapi kami akan mencoba mengubah krisis ini menjadi peluang yang baik," ujar Kyung.

Guna mencapai tujuan itu, Kyung menambahkan, investasi terlepas dari situasi ekonomi sangat penting. "Investasi yang lebih sedikit dalam siklus turun dapat menyebabkan hasil yang buruk di saat-saat yang baik. Investasi yang konsisten adalah cara yang tepat untuk dilakukan," tukas Kyung.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in