Penyelenggara Multipleksing Keluhkan Biaya Distribusi Set Top Box

Nusantaratv.com - 23/06/2022 14:42

Komisi I DPR melakukan RDPU Panja dengan Dirut Media Group, SCM Group, MNC Group, Transmedia Grop, dan VIVA Group. (Tangkapan layar)
Komisi I DPR melakukan RDPU Panja dengan Dirut Media Group, SCM Group, MNC Group, Transmedia Grop, dan VIVA Group. (Tangkapan layar)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah menghentikan siaran TV analog atau Analog Switch-Off (ASO) tahap I pada 30 April 2022.

ASO tahap pertama sudah dilakukan di tiga wilayah siaran yang terdiri dari 6 kabupaten dan 2 kota. Kendati demikian, saat ini siaran TV digital sudah menjangkau 87 dari total 112 wilayah layanan di Indonesia.

Set Top Box (STB) bisa membantu pengguna TV analog untuk tetap bisa menyaksikan siaran televisi tanpa takut ASO. Namun penyelenggara multipleksing (Mux) mengeluhkan biaya yang dikeluarkan untuk mendistribusikan STB kepada warga miskin. 

"Biaya terbesar itu di infrastruktur, bisa ratusan miliar anggaran dari semua industri untuk ASO," kata Direktur Transmedia Latif Harnoko saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Panja Digitalisasi Penyiaran dengan Komisi I DPR di Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Dalam kesempatan itu, dia membeberkan Transmedia mendapatkan tugas menyediakan 600 ribu STB. Disebutkan Latif, sebanyak 11.971 perangkat sudah disalurkan dari total rencana 100 ribu. 

Transmedia, tambah latif, menghadapi sejumlah kendala dalam mendistribusikan STB TV digital kepada masyarakat. Yakni, data alamat penerima tidak lengkap. Kemudian kendala teknis perangkat seperti tidak ada remote, dan tidak ada koneksi AV/RCA, serta kondisi antena tak layak.

Selain itu, penerima belum mendapatkan siaran TV digital, serta penerima pindah domisili atau meninggal dunia. "Biaya sangat tinggi baik untuk pembelian, distribusi, dan instalasi (set top box) sampai ke rumah tangga penerima," keluhnya.

Latief mengungkapkan, Transmedia mengusulkan beberapa hal di antaranya, migrasi ke TV digital dilakukan di wilayah dengan penetrasi STB atau perangkat penerima TV digital lebih dari 90 persen. Lebih dari itu, pemerintah menanggung pembiayaan STB untuk rumah tangga miskin.

"Penambahan izin mux operator di beberapa wilayah layanan yang memiliki banyak lembaga penyiaran swasta analog, karena kapasitas mux yang sudah ada tidak mencukupi untuk siaran HDTV," jelas Latief.

Hal senada dikatakan President Director PT Surya Citra Media Tbk (SCM) Sutanto Hartono. Diungkapkannya, untuk biaya distribusi misalnya, Rp20 ribu hingga Rp50 ribu per rumah. Lalu, biaya instalasi Rp45 ribu hingga Rp70 ribu tergantung lokasi. "SCM, termasuk SCTV dan Indosiar, telah menyalurkan 34.337 set top box per 19 Juni," urai Sutanto.

Disebutkannya, pihaknya menghadapi sejumlah kendala dalam mendistribusikan perangkat ini. Di antaranya televisi tidak berfungsi normal, perlu mengganti kabel atau antena, proses instalasi yang memakan waktu, serta data rumah tangga miskin tidak sesuai atau tak memenuhi kriteria, seperti tidak terjangkau siaran terestrial, kondisi rumah tidak masuk kriteria miskin, atau tidak memiliki televisi.

Dalam hal ini, SCM mengusulkan sejumlah hal kepada pemerintah terkait permasalah ini, dengan meminta bantuan pemerintah dan DPR untuk menyediakan set top box bagi rumah tangga miskin, guna mengurangi sebagian beban industri. "Menciptakan industri televisi yang sehat, terutama dengan kehadiran over the top seperti Netflix dan Disney+ Hotstar," terangnya.

Sementara itu, CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib juga meminta bantuan pemerintah terkait STB. Diakuinya, perusahaan mengalami permasalahan mengenai tingginya biaya distribusi. Kendati demikian, dia menegaskan, Metro TV berkomitmen mendukung dan mensukseskan program Pemerintah terkait ASO hingga tahap ketiga pada 2 November 2022.

Akib mengungkapkan jumlah STB alokasi untuk Metro TV sebanyak 704.378, sedangkan yang terdistribusi sebanyak 6.680 STB di 15 Provinsi. "Biaya STB, distribusi dan instalasi sangat besar. Kemudian, disrupsi teknologi digital di media massa. Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada turunnya pendapatan secara signifikan. Lalu, kondisi keuangan mengalami kerugian yang besar, dan kondisi ekonomi ke depan masih stagnan dan belum pasti," ujar Akib.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, kata Akib, pihaknya mengusulkan agar pengadaan, distribusi dan instalasi STB yang belum terealisasi mendapat insentif atau bantuan dari pemerintah, atau bahkan diambil alih oleh pemerintah. "Kami mengusulkan agar pengadaan, distribusi, dan instalasi set top box yang belum terealisasi mendapatkan insentif dari pemerintah," tukas Akib.

Diketahui, ASO tahap pertama akan dilakukan pada 30 April 2022, yang berlangsung di 56 wilayah layanan siaran atau 166 kabupaten/kota. Sedangkan tahap kedua pada 25 Agustus 2022, yang berlangsung di 11 wilayah layanan siaran atau 110 kabupaten/kota. Dan, untuk tahap ketiga pada 2 November 2022, yang berlangsung di 25 wilayah layanan siaran atau 65 kabupaten/kota.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in