Google Blokir 2 dari 11 Aplikasi Azan Karena Diduga Mencuri Data

Nusantaratv.com - 25/04/2022 18:10

Ilustrasi aplikasi/ist
Ilustrasi aplikasi/ist

Penulis: Andi Faisal | Editor: Ramses Manurung

Nusantaratv.com - Google telah menindak tegas dua dari 11 aplikasi yang diduga melakukan praktik pencurian data. Akses 2 aplikasi tersebut telah diputus alias diblokir. 

Masyarakat Indonesia yang punya aplikasi ini diimbau untuk segera menghapusnya. 

Demikian disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait perkembangan terkini 11 aplikasi pencuri data pengguna, di antaranya aplikasi Azan-Salat.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Pemadi menjelaskan bahwa saat ini Kominfo sedang berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan Google Indonesia untuk memproses hasil investigasi.

"Sampai hari ini 25 April 2022, telah ada dua (dari 11 aplikasi) yang telah diputus aksesnya oleh Google, yaitu Simple Weather & Clock Widget dan Full Quran MP3 - 50+ Languages & Translation Audio," ujar Dedy, Senin (25/4/2022).

Dedy lebih lanjut menjelaskan pemblokiran ke dua aplikasi tersebut karena memiliki fitur-fitur yang berpotensi melanggar prinsip-prinsip pelindungan data pribadi.

Data terkini, aplikasi Simple Weather & Clock Widget dan Full Quran MP3 - 50+ Languages & Translation Audio sama-sama sudah diunduh sampai satu juta download.

Bagi masyarakat Indonesia yang sudah terlanjur mengunduh aplikasi ini, maka dianjurkan untuk dihapus segera.

Sementara itu, untuk sembilan aplikasi lainnya, Dedy mengatakan proses investigasi terus dilakukan Kominfo bersama dengan Kepolisian dan Google Indonesia.

Seperti diberitakan, peneliti keamanan AppCencus menemukan aplikasi yang mengandung software development kit (SDK) yang ditanamkan untuk mengambil data sensitif dari ponsel pengguna. Bahkan, SDK ini disebut sebagai malware oleh peneliti.

Dalam aksinya, 11 aplikasi tersebut mencuri data-data penting seperti, nomor telepon, alamat email, informasi IMEI, data GPS, dan SSID router. Beberapa aplikasi lainnya juga bisa melacak lokasi pengguna. 

Sampai saat ini, belasan aplikasi yang ketahuan mencuri data sensitif pengguna ini sudah diunduh lebih dari 60 juta kali. Apalagi di saat bulan Ramadan, makin banyak umat Muslim di dunia yang menggunakannya untuk membantu pelaksanaan ibadah. (dari berbagai sumber)

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in