Studi: Vaksin Covid-19 Kurangi Risiko Penyakit Parah

Tujuan Utama Dari Semua Kampanye Vaksinasi Adalah untuk Mencegah Seseorang Menderita Sakit Parah.

Ilustrasi vaksin Covid-19. (Net)

Nusantaratv.com - Program vaksinasi Skotlandia secara nyata mengurangi risiko rawat inap Covid-19. Hal itu menunjukkan baik vaksin Pfizer-BioNTech maupun Oxford-AstraZeneca sangat efektif dalam mencegah infeksi parah, berdasarkan temuan riset awal pada Senin (22/2/2021).

Mengutip Reuters, Selasa (23/2/2021), hasil penelitian yang mencakup 5,4 juta populasi Skotlandia menunjukkan pekan keempat setelah dosis pertama, vaksin Pfizer dan AstraZeneca menurunkan risiko rawat inap 85-94 persen.

"Hasil ini sangat menggembirakan dan memberi kami alasan yang luar biasa untuk merasa optimis di masa depan," kata Profesor di Universitas Edinburgh, Aziz Sheikh, yang juga memimpin riset tersebut.

Sheikh memperingatkan jika hasilnya masih awal dan belum ditinjau oleh rekan sejawat dari peneliti independen. "Saya sangat gembira. Kami sekarang memiliki bukti nasional, vaksinasi memberikan perlindungan terhadap rawat inap Covid-19," lanjutnya.

Dia berharap negara lain, yakni konsumen vaksin yang sama dan memiliki strategi peluncuran serupa, seperti Inggris dan Wales, akan merasakan dampak positif yang sama dalam mengurangi jumlah pasien rawat inap.

Pada Senin, Perdana Menteri (PM) Boris Johnson akan mengumumkan bagaimana dia akan melonggarkan penguncian saat kasus Covid-19 menurun, yang dibantu oleh salah satu peluncuran vaksin tercepat di dunia.

Pakar independen menyambut positif temuan Skotlandia tersebut. "Tujuan utama dari semua kampanye vaksinasi adalah untuk mencegah seseorang menderita sakit parah dan untuk menyelamatkan nyawa," kata Presiden British Society for Immunology, Arne Akbar. 

"Data awal ini sangat menjanjikan," lanjutnya.

Data dikumpulkan sejak 8 Desember hingga 15 Februari, ketika 1,14 juta dosis vaksin diberikan dan 21 persen dari populasi Skotlandia menerima dosis pertama.

Di antara mereka yang berusia 80 ke atas, salah satu kelompok berisiko tertinggi, vaksinasi dikaitkan dengan 81 persen penurunan risiko rawat inap pada pekan keempat, ketika hasil kedua vaksin digabungkan.

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK