Sriwijaya Air SJ 182 Alami Ketidakseimbangan Dorongan Mesin

Laporan awal KNKT menambahkan pada ketinggian sekitar 10.900 kaki  autopilot terlepas dan pesawat berguling ke kiri lebih dari 45 derajat dan mulai menukik.

Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menyampaikan laporan awal hasil penyelidikan. Pesawat Sriwijaya Air yang jatuh bulan lalu mengalami ketidakseimbangan dalam dorongan mesin yang akhirnya menyebabkan pesawat berguling tajam dan kemudian menukik ke laut.

KNKT pada konferensi pers secara daring mengatakan ketika pesawat Boeing 737-500 yang berusia 26 tahun itu mencapai ketinggian 8.150 kaki setelah lepas landas tuas throttle mesin kiri bergerak ke belakang sementara tuas kanan tetap di posisi semula.

Laporan awal KNKT menambahkan pada ketinggian sekitar 10.900 kaki  autopilot terlepas dan pesawat berguling ke kiri lebih dari 45 derajat dan mulai menukik.

Berdasarkan catatan perawatan ada dua masalah sebelumnya yang dilaporkan dengan sistem autothrottle yang secara otomatis mengontrol tenaga mesin. Masalah tersebut diperbaiki pada 5 Januari empat hari sebelum kecelakaan. Autothrottle yang berfungsi tidak diperlukan agar pesawat dapat diberangkatkan karena pilot dapat mengontrol tuas dorong secara manual dengan tangan mereka. 

Penyelam masih mencari perekam suara kokpit pesawat yang dapat membantu penyelidik memahami tindakan yang dilakukan oleh pilot yang keduanya adalah awak pesawat berpengalaman dengan 17.900 jam untuk kapten dan 5.100 jam untuk perwira pertama. 

Nusantara Siang hadir untuk kebutuhan anda mengenai berita-berita terupdate setiap harinya. Saksikan Nusantara Petang setiap hari Senin - Jumat jam 11.00 WIB hanya di Nusantara TV 

Login dengan
LIVE TV & NETWORK