Kini Gilaran Ormas Oras Bangso Batak Layangkan Laporan Ke Polda Metro Jaya Terkait Isi Ceramah UAS

Kordinator Organisasi Oras Bangso Batak, Yusuf Erwin Situmorang mengatakan sebagai ummat kristiani pihak merasa tersinggung dengan isi ceramah Ustz Somad itu.
Kini Gilaran Ormas Oras Bangso Batak Layangkan Laporan Ke Polda Metro Jaya Terkait Isi Ceramah UAS
Ustadz Abdul Somad (foto: islampos)

Jakarta, Nusantaratv.com -Ustad Abdul Somad yang dikenal dengan panggilan UAS, kini sedang berususan dengan hukum. Pasalnya, ceramah Abdul Somad dituding merugikan umat kristiani. 

Hal itu terlihat, dari video yang menyebar di linimasa media sosial beberapa hari terakhir ini. Dalam video itu UAS memberikan penjelasan tentang salib dan patung. 

Tak disangka, sebagian pihak kaum kristiani merasa dirugikan dengan isi ceramah Abdul Somad. Salah satunya kaum kristiani yang tergabung dalam ormas Oras Bangso Batak. 

Ustaz Somad dilaporkan karena diduga telah melakukan penistaan agama. Laporan itu tertuang dengan LP/5087/VIII/2019/PMJ/Dit Reskrimum, tanggal 19 Agustus 2019.

Kordinator Organisasi Oras Bangso Batak, Yusuf Erwin Situmorang mengatakan sebagai ummat kristiani pihak merasa tersinggung dengan isi ceramah Ustz Somad itu.

"Kami sebagai ummat kristiani terseinggung tehadap ucapannya. Kami berharap agar negara bercampur tangan mengusutnya," kata Yusuf di Poda Metro Jaya usai melayangkan laporan, Jakarta Selatan, Senin (19/8/2019). 

Menurut Yusuf, sebagai tokoh agama, Ustaz Somad lebih mengedepankan persatuan bangsa daripada perpecahan. Apalagi, isi pertanyaan dalam video tersebut mengandung unsur Sara.

Adapun barang bukti yang diserahkan pihaknya berupa plasdis dan video viral tersebut.

"Seharusnya kalau Ustaz ada pertanyaan yang menyinggung agama lain. Harusnya jangan dibahas. Itu banyak ummat kristiani yang tersakiti," ungkapnya.

Atas kasus itu, Ustaz Somad 156 KHUP tentang penista agama dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Seperti diketahui, video UAS yang membahas tentang salib beredar di media sosial. Beredar kabar UAS dilaporkan ke Polda NTT, tapi Kabid Humas Polda NTT Abraham Abast pada Minggu (18/8) menyebut pihaknya belum menerima laporan.

UAS mengaku heran video pengajiannya yang menjawab pertanyaan jemaah soal salib menjadi viral. UAS menyebut pengajiannya itu dilakukan sekitar tiga tahun lalu. 

Penjelasan UAS melalui pengajian yang diunggah oleh akun Youtube FSRMM TV pada Minggu (18/8). Video tersebut berjudul 'Klarifikasi Tentang Anggapan Ustadz Abdul Somad Menghina Kristen / Menghina Salib'.

UAS menjelaskan penjelasannya mengenai salib merupakan pertanyaan dari jemaah. Dia menyebut lokasi pengajian saat itu berada di Pekanbaru, Riau.

"Pengajian itu lebih 3 tahun lalu. Sudah lama, di kajian subuh Sabtu, di Masjid Annur, Pekanbaru. Karena rutin pengajian di sana, satu jam pengajian dilanjutkan diteruskan dengan tanya jawab," kata UAS.