PPKM Mikro Efektif Turunkan Penyebaran Covid-19 di Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa/ist

Surabaya, Nusantaratv.com-Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro terbukti efektif menurunkan penyebaran covid-19 di Jawa Timur (Jatim). 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan pihaknya telah mengevaluasi dampak permberlakuan PPKM Mikro terhadap penyebaran covid-19. Hasilnya, tingkat keterisian rumah sakit di Jatim turun  dari 72 menjadi 57 persen. 

“Kami telah melakukan evaluasi PPKM baik itu PPKM tahap pertama maupun kedua maupun PPKM mikro. Dari data yang ada, kami melihat bahwa terdapat banyak hasil yang menggembirakan dari berbagai indikator epidemiologis,” kata Khofifah, Minggu (21/2).

Khofifah membeberkan selama PPKM mikro, hasil signifikan tampak pada penurunan jumlah pasien Covid-19 yang harus dirawat di ruang isolasi biasa serta intensive care unit (ICU). Selama PPKM tahap 1 dan 2 serta PPKM mikro, bed occupancy rate (BOR) isolasi biasa di Jatim turun dari 79 persen menjadi 46 persen. BOR ICU juga telah berhasil turun dari 72 persen menjadi 57 persen. Artinya, keterisian rumah sakit di Jatim sudah sesuai syarat WHO, yakni di bawah 60 persen.

Selain itu zona merah di Jatim juga turun drastin dari delapan wilayah menjadi tinggal satu kabupaten yaitu Kabupaten Jombang. 

Baca juga: Jakarta dan Jawa Timur Masih Tercatat Jadi Penyumbang Pasien Corona Terbanyak di Indonesia

Kendati telah menunjukan sejumlah hasil yang signifikan, namun menurut Khofifah tapi masih diperlukan upaya yang lebih besar lagi untuk dapat menurunkan penyebaran Covid-19 di Jatim melalui perpanjangan PPKM mikro. 
Mantan menteri sosial itu juga meminta para kepala daerah yang mampu menekan laju penyebaran Covid-19 di daerahnya untuk memberikan rekomendasi strategis. 

Pemberlakuan PPKM Mikro yang dimulai sejak 9 Februari akan berakhir pada hari ini, Senin 22 Februari. 

like
dislike
love
funny
angry
sad
wow
Login dengan
LIVE TV & NETWORK