Selain Wiranto, Teroris Juga Incar Jokowi, Luhut, Moeldoko & Tito

Kasus penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto menurut Badan Intelijen Negara (BIN) dilakukan oleh pelaku yang merupakan anggota jaringan teroris Jamaah Anshorut Tauhid (JAD) Bekasi yang kemudian pindah ke Menes, Pandeglang.
Selain Wiranto, Teroris Juga Incar Jokowi, Luhut, Moeldoko & Tito
Presiden Jokowi bersama Wapres JK, Menteri, Panglima TNI dan Kapolri

Jakarta, Nusantaratv.com - Pada pertengahan Mei 2019 lalu, kepolisian Indonesia pernah menyampaikan soal sejumlah pejabat pemerintah termasuk Menkopolhukam Wiranto sedang menjadi target aksi kelompok tertentu yang ingin mengacaukan situasi keamanan di dalam negeri.

Sementara itu di kalangan kelompok teroris,pengamat terorisme Al Chaidar mengatakan bahwa Menkopolhukam Wiranto memang telah 'diframing' sebagai musuh masyarakat (Public Enemy).

Wiranto memang sosok yang mendapat sorotan lebih karena dominan tampil di media menjelaskan berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat pasca pemilu 2019.

BACA JUGA: Video Detik-Detik Wiranto Ditusuk Orang Tak Dikenal

Selain Wiranto pejabat lainnya yang diincar kelompok teroris seperti Presiden Joko Widodo, Kapolri Tito Karnavian, Menko Maritim Luhut Panjaitan dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko.

"Mengamati grup-grup kelompok teroris baik di Whatsapp (WA) maupun di telegram, sangat jelas kebencian kepada Wiranto, Moeldoko, Luhut Panjaitan, Kapolro Tito Karnavian dan Jokowi. Ekspresi mereka memang sangat kecewa, sakit hati dan benci kepada ke empat tokoh itu." ujar Al Chaidar mengutip Tribunews.

"Tapi Pak Wiranto tampil eksesif sekali di media dan mreka anggap apa yang dikatakan Wiranto itu telah melukai mereka secara agama," katanya.

Menurut Al Chaidar pemerintah perlu menyikapi serius serangan ini karena berpeluang kembali terjadi dan menyasar pada pejabat pemerintah yang lain.

"Mereka sejak 2016 memang telah disuruh melakukan aksi dengan memakai alat yang sederhana atau senjata rumahan. Mereka diarahkan utnuk jangan lagi berharap untuk bisa menggunakan bom atau senjata api laras Panjang, karena hal itu sulit dilakukan mengingat pengawasan yang sangat ketat yang dilakukan aparat. Senjata rumahan seperti pisau ini lebih mudah untuk disembunyikan ketimbang senjata atau bom." katanya.

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0