NasDem Mau Gerindra Cs Tak Masuk Kabinet

Menurut Irma tak etis jika Gerindra meminta jatah menteri
NasDem Mau Gerindra Cs Tak Masuk Kabinet
Irma Suryani Chaniago. (Net)

Jakarta, Nusantaratv.com - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh menyebut Gerindra mengajukan syarat untuk bergabung dengan koalisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Karenanya, ia berharap agar Gerindra bersama partai politik (parpol) yang kalah dalam Pilpres 2019, tak masuk ke koalisi. Gerindra pun mengaku bingung terhadap pernyataan Paloh parpol pimpinan Prabowo Subianto itu merasa tak mengajukan syarat.

Baca juga: Ketemu Jokowi, Prabowo Bahas Ini... 

Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago pun menjelaskan maksud Paloh.

"Kan Gerindra bilang mendukung Jokowi dengan memberi proposal ketahanan pangan untuk pemerintah. Kalau dukung dan beri proposal, kan itu baik, tapi kan ada tambahan juga. Kalau tidak salah, mereka yang ingin melaksanakan dengan alasan mengawal proposal tersebut agar mencapai target," ujar Irma, Sabtu (12/10/2018).

Atas itu, NasDem menilai Gerindra meminta jatah kursi menteri di kabinet mendatang. Irma menilai upaya Gerindra tak etis, mengingat partai tersebut merupakan pihak yang kalah di Pilpres 2019.

"Artinya? Publik menganggap dengan kata lain Gerindra ingin mendukung melalui kursi menteri, ha-ha-ha.... Itu yang ditangkap publik," jelas dia.

"Harusnya kalau yang kalah pengin ikut yang menang, boleh saja, tapi enggak etis kan orang pengin ikut ngajuin syarat. Kalau Presiden mau kasih, itu lain soal, tapi tidak karena persyaratan. Toh, koalisi Jokowi sudah lebih dari 60 persen," jelas Irma.

NasDem lebih setuju jika Gerindra tetap berada di luar pemerintahan. Hal ini juga berlaku untuk parpol koalisi Prabowo seperti Demokrat dan PAN.

"Kalau semua ingin masuk kabinet, terus siapa yang jadi checks and balances pada pemerintah? Demo mahasiswa kemarin itu akibat semua parpol menjadi satu kubu. Akibatnya, mahasiswa dan rakyat yang turun lakukan kontrol, maka akan berbahaya bagi pemerintah jika yang melakukan kontrol secara langsung adalah parlemen jalanan," jelas Irma.

Meski berharap Gerindra cs tak masuk ke pemerintahan, NasDem menyerahkannya keputusan tersebut kepada Jokowi.

"Maka kami lebih setuju jika yang kalah tetap sebagai oposisi dan yang menang memerintah. By the way, jika Presiden menginginkan mereka masuk, NasDem tetap akan mendukung keputusan tersebut karena itu hak prerogatif beliau," jelasnya.

"NasDem tetap ingin ada yang melakukan checks and balances agar pemerintah berjalan lebih demokratis," imbuh Irma.

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0