Kursi Menteri Gerindra, PDIP Minta Jokowi Prioritaskan Parpol Pengusung

Menurut PDIP ada skala prioritas dalam penyusunan kabinet mendatang
Kursi Menteri Gerindra, PDIP Minta Jokowi Prioritaskan Parpol Pengusung
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. (Elvan J Siagian)

Jakarta, Nusantaratv.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendahulukan partai politik (parpol) pengusung dalam menyusun kabinet mendatang. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, menanggapi wacana Gerindra yang menyiapkan nama calon menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Baca juga: Soal Kursi Menteri Gerindra, Puan: Presiden Belum Ajak Omong

"Dalam hal yang ideal tentu saja apa yang terjadi dalam koalisi sebelum presiden itu sebangun dengan pembentukan kabinet sehingga skala prioritas Pak Jokowi mengedepankan terlebih dahulu para menteri, terutama yang berasal dari unsur kepartaian Koalisi Indonesia Kerja," kata Hasto di Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqofah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2019).

Hasto percaya, Jokowi memahami skala prioritas tersebut dan akan menerapkannya dalam penyusunan kabinet di periode 2019-2024. 

Menurut Hasto, PDIP dan parpol koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf telah membuka ruang kerja sama dengan Gerindra dalam menyusun struktur pimpinan parlemen dan alat kelengkapan dewan di dalamnya.

Atas itu dirinya berharap Gerindra dapat memahami hal tersebut sehingga tetap melanjutkan kerja sama di parlemen.

"Bahwa meskipun PDIP menang dengan kekuatan 60,7 di DPR persen kami tidak menerapkan politik bumi hangus seperti 2014 sehingga Gerindra, Demokrat, PAN, PKS itu mendapat tempat di dalam susunan alat kelengkapan dewan," jelas Hasto.

"Dengan demikian kerja sama seluruh parpol itu berjalan baik di DPR-MPR. Susunan kabinet itu hak prerogatif presiden, tapi tentu dalam demokrasi yang sehat koalisi sebelum pilpres dan pasca-pilpres di dalam kabinet itu seharusnya senapas dan sebangun," imbuhnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyouno sebelumnya mengungkapkan, partainya meminta tiga posisi menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Sekjen Gerindra Ahmad Muzani pun mengakui adanya pembicaraan antara utusan partainya dan Presiden Jokowi terkait tawaran posisi menteri dalam pemerintahan selanjutnya. 

"Pembicaraan itu memang ada. Kita tidak bisa mungkiri bahwa ada pembicaraan, ada pemikiran di sekitar Istana untuk itu," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/10/2019).

Reaksi Kamu

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0