Hasil Survei: Mayoritas Masyarakat Tak Puas Kinerja Wali Kota Depok

Hanya 2 persen responden yang puas terhadap kinerja pemerintahan Depok sekarang
Hasil Survei: Mayoritas Masyarakat Tak Puas Kinerja Wali Kota Depok
Wali Kota Depok M Idris. (Media Jabar)

Jakarta, Nusantaratv.com - Hanya dua persen masyarakat yang puas dengan kinerja Pemerintah Kota Depok di bawah Wali Kota M Idris dan Wakil Wali Kota Pradi Supriatna. Data ini mengacu hasil survei yang dilakukan Klinik Digital Vokasi Universitas Indonesia (UI) bersama salah satu kelompok penggiat media sosial, Depok 24 Jam.

Menurut peneliti Klinik Digital Vokasi UI Devie Rahmawati, sebagian besar responden menginginkan sosok baru memimpin Depok. Pemimpin anyar yang diharapkan penuh gagasan dan mendukung kaum milenial.

"Pemerintah Kota Depok, hingga kini mewakili kelompok tertentu selama kurang lebih 15 tahun. Sehingga, butuh oksigen baru. Masyarakat membutuhkan sosok muda dengan patokan umur 30-40 Tahun, karena yang ternyata dilirik adalah kecepatannya dalam mengambil keputusan maupun program," papar Devie, Sabtu (15/9/2019).

Responden juga lebih banyak memilih musisi Iwan Fals ketimbang kembali dipimpin Idris maupun Pradi. Iwan yang menetap di Depok dipilih sebanyak 13 persen, sementara Idris memperoleh 12 persen, dan Pradi 10 persen, dari 2.800 responden. Survei kualitatif ini menggunakan metode Google form.

Devie mengklaim, hasil surveinya efektif karena metode yang digunakan sama seperti pilkada serentak tahun lalu, yang memilih calon Gubernur Jawa Barat dan hasilnya. Cara atau hasil tersebut dinilai reliable atau dapat dipercaya dalam merepresentasikan kehendak warga Depok.

"Berdasarkan, penelitian kita survei tahun lalu juga sama pemilihan masyarakat terhadap partai sangat sedikit hanya mencapai dua persen saja. Dan yang dulu kami rilis hasilnya tak jauh berbeda dengan hasil di KPU," jelas Devie.

Pihaknya berharap, hasil penelitian ini bisa menjadi acuan parpol di Depok untuk menjawab keresahan dan keinginan masyarakat.

"Survei ini juga, telah digunakan di luar negeri dan itu telah dibuktikan, hasilnya hampir sama seperti di real count," tandasnya.