Bertemu Ma'ruf Amin, Nurdin Tampubolon Bahas Perekonomian

Bertemu Ma'ruf Amin, Nurdin Tampubolon Bahas Perekonomian
Ketua Umum Barisan Nusantara, Dr Ir Nurdin Tampubolon

Jakarta, Nusantaratv.com -Ketua Umum Barisan Nusantara, Nurdin Tampubolon bertamu ke rumah Wakil Presiden Terpilih, Ma'ruf Amin, di Jalan Situbondo 12, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, ().

Dalam pertemuan ini, Nurdin menegaskan, hanya silaturahmi dan menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden Periode 2019-2024. 

"Saya hanya mengucapkan selamat atas penetapan beliau sebagai wakil presiden terpilih, yang telah ditetapkan oleh KPU dan juga Mahkamah Konstitusi, jadi hanya sekedar itu saja, dan sebagai anggota DPR RI, banyak bertukar pikiran masalah legislatif," ujar Nurdin.  

Pertemuan selama 45 menit juga dijelaskan Nurdin tidak membahas masalah kabinet. Menurut Nurdin, pertemuannya hanya membahas masalah perekonomian di Indonesia maupun dunia.  

"Kita tidak pernah membahas seputar kabinet, di situ kita hanya membahas hal-hal masalah situasi perekonomian dunia yang masih melemah dan juga bagaimana perekonomian kita sekarang, sudah ada pondasi, di situ saja dan masalah kabinet itu, hak preogratif presiden, tidak mau masuk ke area situ," jelas Nurdin.   

Nurdin mengatakan pondasi ekonomi Indonesia saat ini telah berjalan dengan baik. Ia berharap periode kedua kepemimpinan Jokowi dapat lebih baik. Apalagi, disebutkan Nurdin, Ma'ruf Amin merupakan tokoh yang pakar mengembangkan ekonomi kerakyatan.   

"Beliau itu kan, ahli di bidang ekonomi kerakyatan yang itu masalah dari pada UKM harus dikembangkan, selain itu juga berharap peran industri itu bagaimana meningkatkan pendapatan negara," ujar Nurdin. 

Penulis buku Ma'rufnomic ini juga mengungkapkan ke depan perekonomian harus ditingkatkan dari desa. 

"Perlu adanya peningkatan daripada pendapatan masyarakat pembangunan ekonomi dari pinggiran dari desa sesuai dengan arahan Jokowi, membangun Indonesia dari pinggiran," kata Nurdin. 

"Itu salah satu, menurut saya yang harus kita dukung sebagai bangsa yang terdiri dari beberapa pulau dan luasnya yang luar biasa. Ekonomi baru indonesia itu, mungkin salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan, membangun ekonomi kokoh bangsa ke depan, dalam meningkatkan pendapatan per kapita," ungkapnya.